Breaking News:

Perusahaan BUMN di Bandung Digeledah, Terkait Kasus Korupsi Potensi Rugikan Negara Rp 68,5 Miliar

Setelah enam jam menggeledah kantor sebuah BUMN di Bandung Senin (5/4/2021), penyidik pidana khusus Kejati Jabar keluar membawa sejumlah berkas.

Tribunjabar.id/Mega Nugraha
Setelah enam jam menggeledah kantor sebuah BUMN di Bandung di Jalan Jamuju Kota Bandung, Senin (5/4/2021), penyidik pidana khusus Kejati Jabar keluar membawa sejumlah berkas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setelah enam jam menggeledah kantor sebuah BUMN di Bandung di Jalan Jamuju Kota Bandung, Senin (5/4/2021), penyidik pidana khusus Kejati Jabar keluar membawa sejumlah berkas.

Kasipenkum Kejati Jabar Armansyah Lubis menerangkan, penggeledahan itu berkaitan dengan penyidikan perkara korupsi layanan di BUMN di Bandung itu yang terendus merugikan negara.

"Penggeledehan ini terkait dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam penggunaan keuangan secara tidak sah di sebuah BUMN  sejak 2018 sampai 2020 yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat," ujar Armansyah, di Jalan Jamuju.

Baca juga: BREAKING NEWS Camat dan Sekcam di Subang Meninggal Dunia akibat Covid, Padahal Sudah Divaksin

Baca juga: Siapa Abah Popon Jagoan Kosen yang Diminta Ilmu Kebal oleh Terduga Teroris? Ini Kata Camat Cibadak

Baca juga: SALAT TARAWIH BERJAMAAH di Kota Bandung Dibolehkan? Jawabannya Nanti Tunggu Hari Jumat 9 April

Dalam perkara yang sudah berstatus penyidikan ini, penyidik melibatkan auditor untuk menghitung kerugian negara.

"Di dalam perkara tindak pidana korupsi ini terdapat adanya potensi kerugian negara sebesar kurang lebih Rp 68,5 miliar," ujar dia.

Dalam penggeledahan hari ini penyidik melakukan penyitaan terhadap beberapa dokumen. Di antaranya alat elektronik yang terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi itu

"Untuk perkembangan selanjutnya nanti ada tahapan selanjutnya, saat ini tim penyidik melakukan penyitaan dokumen alat elektronik yang ada hubungannya dengan tipikor itu," ucap Armansyah.

Dengan status penyidikan yang artinya sudah ditemukan dua alat bukti, artinya, mereka sudah meyakini ada tindak pidana korupsi. Hanya saja, mereka belum menetapkan tersangka.

"Belum, ini kita masih dalam hal penyidikan ya untuk penetapan tersangka ada tahapan selanjutnya," ucap dia.

Dia menambahkan bahwa BUMN ini mengelola uang negara yang berada di perusahaan induk.  

"Dalam pengelolaan ini terjadi investasi yang diduga  tidak benar dan menyalahi aturan," kata dia.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved