Gelombang Tinggi Melanda Perairan Sukabumi, HNSI: 70 Persen Nelayan Tak Melaut
Gelombang tinggi yang melanda perairan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat membuat para nelayan libur melaut.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Gelombang tinggi yang melanda perairan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat membuat para nelayan libur melaut.
Informasi yang diperoleh, gelombang tinggi mencapai 4 sampai 6 meter.
Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi, Ujang SB mengatakan, tidak semua nelayan melaut saat gelombang tinggi ini. Ia menyebut, sekitar 70 persen nelayan tidak melaut akibat gelombang tinggi.
"Sebelumnya masih memaksakan melaut, tetapi kelihatannya gelombang semakin kesini semakin tidak bersahabat. Kita sampaikan kalau masih memaksakan melaut harus memperhatikan cuaca dan menggunakan alat keselamatan pelayaran. Kalau alat keselamatan pelayaran kan sifatnya wajib baik dalam keadaan baik maupun dalam keadaan tidak bersahabat. Cuman memang frekuensi melaut nelayan agak berkurang, agak lumayan banyak, kalau dipersentasikan berkurang sekitar 70 persen," ujarnya via telepon, Senin (5/4/2021).
Menurutnya, ketika nelayan memaksakan melaut banyak yang tidak membawa hasil tangkapan.
Baca juga: Bisnis Prostitusi Keluarga, Sang Ibu Sudah Siapkan Kamar Khusus di Rumah bagi Pelanggan Putrinya
Baca juga: Rizky Febian Kebingungan saat Ditanya Nama Panggilan untuk Teddy, Iky Ungkap Perasaan Sebenarnya
"Gelombang tinggi, kami mengimbau mereka memperhatikan alat keselamatan dan juga cuaca. Tentu saja (penghasilan, red) berkurang, karena ketika mereka tidak menangkap ikan tidak ada penghasilan bagi mereka. Kelihatan dari beberapa nelayan yang kemaren memaksakan turun ke laut pun zonk gak dapat hasil," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gelombang-tinggi-yang-melanda-perairan-kabupaten-sukabumi.jpg)