Breaking News:

Cuaca Buruk, Kabut Tebal & Arus Deras Paksa Nelayan Pangandaran Tak Melaut, Berkaitan Jumat Kliwon

Cuaca buruk memaksa nelayan di Pangandaran untuk sementara tidak melaut.

Tribun Jabar/Padna
Nelayan di Pangandaran memilih tak melaut karena cuaca buruk. Mereka menganggap ini karena akan Jumat kliwon. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Faktor cuaca buruk di sekitar Pantai Pangandaran membuat para nelayan memilih libur melaut.

"Nelayan di Pangandaran sekitar 1.500, dan karena dua, tiga hari ini cuaca buruk, sekitar 70 persen nelayan tidak melaut," ujar Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DPC Kabupaten Pangandaran, Mochamad Yusuf, saat dihubungi TribunJabar.id, Senin (5/4/2021).

Yusuf mengatakan, karena cuaca buruk, banyak nelayan kini memilih untuk menyiapkan perlengkapannya melaut.

Baca juga: Siapa Abah Popon Jagoan Kosen yang Diminta Ilmu Kebal oleh Terduga Teroris? Ini Kata Camat Cibadak

Baca juga: Misteri Sosok Abah Popon, Jago Kanuragan Asal Sukabumi, Didatangi Terduga Teroris, Minta Ilmu Kebal

"Seperti merajut jaring yang sobek dan perbaikan kelengkapan lainnya," katanya.

Secara umum, kata Yusuf, para nelayan yang melaut, tidak terlalu ke tengah dan selalu terus waspada dengan kondisi cuaca.

"Ini akibat gelombang tinggi yang tidak seperti biasanya, hasil tangkapan nelayan juga menurun," ucap Ia.

Ketua SAR Barakuda Pantai Pangandaran Sakio Andrianto mengatakan, hampir semua nelayan di pantai timur Pangandaran memilih libur karena kondisi cuaca buruk.

"Ya, memang dampak dari cuaca, tiga hari di laut hujan dan berkabut tebal. Kadang, jarak pandang tidak terlalu jauh ditambah arus air laut selalu deras," kata ia.

Dampaknya, kata Sakio, selama tiga hari hasil tangkapan nelayan berkurang bahkan pada kosong, sehingga banyak yang memilih libur.

"Kalau istilah nelayan mah, sudah biasa jika akan menjelang Jumat Kliwon seperti ini," ucapnya.

Sakio mengatakan, gelombang di tengah sampai laut lepas tingginya sampai 1,5 meter. Namun di pinggiran pantai tidak terlalu besar di bawah 1 meter.

"Namun arus air cukup deras baik di pinggir apalagi di tengah. Yang jadi masalah, sekarang cuaca sedang ekstrem. Hujanya tidak terlalu deras, tapi kabutnya sangat tebal menyulitkan jarak pandang. Jika kurang hati-hati, bisa saling tabrakan satu sama lainya. Makanya, kemarin nelayan lepas kontak dan kesulitan untuk menuju arah pulang," kata Sakio.

Baca juga: BREAKING NEWS Camat dan Sekcam di Subang Meninggal Dunia akibat Covid, Padahal Sudah Divaksin

Baca juga: SALAT TARAWIH BERJAMAAH di Kota Bandung Dibolehkan? Jawabannya Nanti Tunggu Hari Jumat 9 April

Penulis: Padna
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved