Breaking News:

Terorisme

Apa Itu Lone Wolf, Aksi Terorisme Seperti di Mabes Polri, Begini Analisis Doktor PTIK Dedy Tabrani

Saat ini banyak bermunculan serangan teroris yang para penyerangnya adalah anak muda yang direkrut oleh jaringan kelompok teroris secara online.

tribunmedan
Apa itu lone wolf, istilah Kapolri menyebut wanita yang menyerang Mabes Polri pakai senjata api 

Tafsir tunggal ini kemudian memonopoli seluruh pemahaman world view kaum muda milenial yang direkrut melalui media sosial.

“Monopoli penafsiran tunggal yang disebarkan oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah adalah monopoli ala Wahabi Takfiri yang sering mengkafirkan dan membid'ahkan orang-orang muslim dan juga mereka menanamkan sikap kebencian kepada agama Kristen atau agama non muslim lainnya,” kata Dedy.

“Christophobia adalah sentimen kebencian kepada ada orang tempat ibadah dan dan institusi serta kitab-kitab Kristen,” sambungnya.

Kebencian ini, kata Dedy, kemudian di transformasikan sebagai ideologi yang di dalamnya memuat misi serta kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada penghancuran dan penyerangan terhadap orang-orang Kristen dan tempat ibadahnya.

Baca juga: Dapat Bantuan Uang Dari Jokowi, Istri Terduga Teroris Tak Jadi Cari Kerja, Ini Alasannya

Baca juga: FAKTA Terduga Teroris Terlilit Utang di Bank, Sang Istri Langsung Dibantu Presiden

Bagaimana cara untuk menanggulangi terorisme lone wolf? Menurut Dedy, salah satunya dengan mengaktifkan pemantauan melalui cyber police.

“Jika cyber police di Indonesia lemah dalam memantau perkembangan dan komunikasi dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah, maka kelompok ini akan menguasai dan membajak anak-anak muda Indonesia untuk menjadi tentara-tentara milenial yang dikendalikan secara online,” tegasnya.

Cara lainnya, kata Dedy, dengan menerapkan program kontra wacana atau counter discourse dalam tema-tema yang sering menjadi bahasan kelompok teroris.

“Tema-tema yang sering menjadi bahasannya adalah tentang jihad, Daulah Islamiyah, khilafah, baiat, perang qital, imamah, Al wala wal Baro (loyalitas dan melepaskan diri dari struktur thogut), dll,” papar Dedy.

Selain tu pemerintah harus segera meratifikasi konvensi PBB tahun 2008 tentang daftar organisasi teroris agar menciptakan self control dan self cencorship bagi kaum muda agar tak mengikuti seruan-seruan dari gerakan-gerakan dan organisasi teroris.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Fenomena Teroris Lone Wolf, Ini Uraian Doktor PTIK Dedy Tabrani

Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved