Breaking News:

Terorisme

Apa Itu Lone Wolf, Aksi Terorisme Seperti di Mabes Polri, Begini Analisis Doktor PTIK Dedy Tabrani

Saat ini banyak bermunculan serangan teroris yang para penyerangnya adalah anak muda yang direkrut oleh jaringan kelompok teroris secara online.

tribunmedan
Apa itu lone wolf, istilah Kapolri menyebut wanita yang menyerang Mabes Polri pakai senjata api 

Lebih dari itu, ada motif teologis yang sangat kuat.

“Jika mereka melakukan serangan teror maka akan mendapatkan pahala syahid dan bisa langsung masuk ke surga,” kata Dedy.

Motif teologis inilah yang yang sangat menggugah serta memengaruhi banyak anak muda atau kaum milenial yang selama ini merasa bahwa pintu jihad belum pernah dibuka oleh satu gerakan agama mana pun.

Celakanya, kondisi tersebut diperparah dengan kehadiran Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan kelompok-kelompok teroris lainnya yang merasa yakin dan berani memberikan jaminan untuk mendapatkan syahid.

Baca juga: TERUNGKAP, Habib Husein Hasmy Berencana Lakukan Teror ke Polisi, Pengakuan Terduga Teroris

Baca juga: VIDEO-Istri Terduga Teroris di Sukabumi Senang Dapat Bantuan dari Presiden Jokowi: untuk Biayai Anak

“Maka inilah yang paling ditunggu-tunggu, karena tidak selamanya kesempatan untuk mendapatkan syahid terbuka lebar,” katanya.

Kehadiran Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan juga organisasi-organisasi teroris lainnya dimanfaatkan oleh mereka dan dianggap sebagai momentum yang sayang jika dilewatkan.

Dedy melanjutkan, Kaum muda milenial mudah sekali dipengaruhi atau di indoktrinasi oleh gerakan-gerakan teroris karena mereka pada dasarnya adalah orang baru yang tidak memiliki cukup ilmu agama dan sedang berada di dalam situasi kekeringan spiritual yang akut.

Hal itu dimanfaatkan para ulama organik kekerasan dari jaringan teroris untuk menyebarkan ilmu agama secara gratis dan praktis dengan rujukan-rujukan yang yang jelas dan tegas melalui media sosial.

Tentunya penafsiran yang dilakukan oleh para ulama organik kekerasan ini adalah tafsir yang berasal dari kelompok keagamaan yang cenderung tekstual dan skripturalis.

“Penafsiran tunggal ini dipahami oleh anak muda milenial, hingga masuk ke dalam jebakan kelompok teroris,” ujar Dedy.

Halaman
123
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved