Breaking News:

Banjir Bandang Flores Timur

17 Rumah Hanyut Terbawa Banjir Bandang di Flores Timur, 60 Rumah Terendam Lumpur

Ratusan warga mengungsi akibat banjir bandang di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur karena belasan rumah hanyut dan puluhan lainnya terendam lumpur

(POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)
Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang di Pulau Adonara Kabupeten Flores Timur pada Sabtu 3 April 2021. Flotim menjadi salah satu wilayah terparah akibat badai siklon tropis yang melanda NTT kali ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ratusan warga mengungsi akibat banjir bandang di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur, NTT, karena belasan rumah hanyut dan puluhan lainnya terendam lumpur.

"Perkembangan terkini bencana banjir bandang di Kabupaten Flores Timur pada Senin (5/4), pukul 05.00 WIB, data sementara  256 jiwa warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Senin (5/4/2021).

Warga hilang masih tercatat 24 orang dan meninggal dunia lebih dari 60 orang. Warga luka-luka telah mendapatkan perawatan medis.

Sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan terdampak peristiwa ini, yakni Nelemadike dan Nelemawangi (Kecamatan Ile Boleng), Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang (Adonara Timur), Desa Oyang Barang dan Pandai (Wotan Ulu Mado), dan Desa Duwanur, Waiwadan dan Daniboa (Adonara Barat).

"Kerugian materil masih tercatat rumah hanyut 17 unit, terendam lumpur 60, dan jembatan putus 5," kata Raditya.

Baca juga: Lebih dari 60 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Pulau Adonara Flores Timur

Baca juga: Kepala BNPB Tinjau Lokasi Banjir Bandang dan Longsor di Pulau Adonara Flores Timur

BPBD setempat masih terus melakukan pendataan dan verifikasi dampak korban maupun kerusakan infrastruktur.

"Beberapa kendala dihadapi dalam mendukung upaya penanganan darurat," ucap Raditya. BPBD Kabupaten Flores Timur menginformasikan akses utama melalui penyeberangan laut.

Hujan, angin, dan gelombang membahayakan pelayaran kapal. Evakuasi korban yang tertimbun lumpur juga masih terkendala alat berat.

Bencana banjir bandang itu dipicu oleh intensitas hujan tinggi pada dini hari tadi, Minggu (4/4), pukul 01.00 waktu setempat atau Wita.

BMKG telah merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem.

Salah satunya potensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada sepekan ini, 3 – 9 April 2021. (Fahdi Fahlevi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BNPB: 17 Rumah Hanyut Akibat Banjir Bandang di Flores Timur

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved