Breaking News:

Unisba Tunggu Juknis Kuliah Tatap Muka, Ini Lulusan dengan IPK Tertinggi Gelombang 1 Tahun 2021

Meski Kemendikbud telah memutuskan kembali bergulirnya kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka

istimewa
Unisba Tunggu Juknis Kuliah Tatap Muka, Ini Lulusan dengan IPK Tertinggi Gelombang 1 Tahun 2021 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Meski Kemendikbud telah memutuskan kembali bergulirnya kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka, Universitas Islam Bandung (Unisba) belum memutuskan kapan akan memulai perkuliahan secara tatap muka.

Rektor Unisba Prof Edi Setiadi mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak juknis) resmi yang ditetapkan dari pemerintah pusat maupun daerah, yang akan menjadi pedoman penyelenggaraan perkuliahan secara tatap muka.

"Hingga saat ini kami masih menunggu keputusan resmi terkait juklak juknis dari kebijakan pemerintah ini, kalau tidak dari Kemendikbud, ya dari Pemprov Jabar atau Pemkot Bandung. Intinya kalau ditanya kesiapan sarana protokol kesehatan di Unisba, selama ini sudah kami siapkan, meskipun perkuliahan dilakukan secara daring," ujarnya melalui konferensi pers gelaran wisuda Unisba Gelombang pertama Tahun 2021 secara virtual, Sabtu (3/4/2021) 

Edi menuturkan, juknis tersebut, akan mengatur teknis kuliah tatap muka dari berbagai aspek. Misalnya, kesiapan sarana dan prasarana, termasuk soal izin dari orangtua mahasiswa.

Baca juga: Heboh Desain Istana Negara Dibikin oleh Pematung, Begini Jawaban Lengkap I Nyoman Nuarta

Unisba Tunggu Juknis Kuliah Tatap Muka, Ini Lulusan dengan IPK Tertinggi Gelombang 1 Tahun 2021
Unisba Tunggu Juknis Kuliah Tatap Muka, Ini Lulusan dengan IPK Tertinggi Gelombang 1 Tahun 2021 (istimewa)

"Kendati begitu, secara internal kita sudah menyiapkan semuanya. Yang jelas, meskipun tatap muka, pasti tetap ada onlinenya juga atau hybrid. Sebab, protokol kesehatannya harus dijaga, tidak mungkin satu kelas bisa tatap muka dalam waktu yang sama," ucapnya.

Telebih, sebelum tatap muka dilaksanakan dosen dan tenaga kependidikan harus sudah divaksin. Oleh karena itu, Rektor menambahkan, pihaknya akan melaksanakan vaksinasi massal covid-19 di lingkungan Unisba mulai pekan ini yaitu, 8- 9 April 2021.

Disinggung terkait pelaksanaan wisuda gelombang pertama tahun 2021 secara daring dan luring, Prof. Edi menjelaskan, hal tersebut menjadi satu-satunya opsi yang dapat dilakukan di tengah situasi pandemi covid-19 yang belum mereda.

"Meski dilantik dengan keterbatasan karena situasi pandemi, kami selalu berpesan bahwa para lulusan Unisba harus memiliki daya juang, memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat, serta mempedomani 3M (Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid) yang menjadi motto Unisba dan harus selalu tercermin dalam perilaku mahasiswa dan alumninya di setiap kegiatan, tidak terkecuali dalam lingkungan bermasyarakat," ujar Edi.

Baca juga: Kisah Terduga Teroris, Mulai Jemur Bahan Peledak di Rumah hingga Pergi ke Orang Pintar agar Kebal

Edi berharap, lulusan Unisba juga harus mampu berpikir dan bertindak cepat dengan cara-cara extraordinary, survive menghadapi kesulitan, disiplin dan mau serta mampu bekerja keras agar tidak tertinggal dan memenangkan berbagai persaingan. Terpenting, memiliki akhlakul Karimah.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Jabar, pada wisuda kali ini, Unisba melantik sebanyak 1.188 lulusan, yang terdiri dari 907 lulusan program pendidikan sarjana, 146 lulusan magister, dan 20 lulusan doktor, serta 106 prodi profesi dokter dan sembilan lulusan profesi insinyur (PSPPI). Jumlah tersebut, melebihi jumlah lulusan pada penyelenggaraan wisuda sebelumnya pada gelombang kedua tahun 2020.

Dari jumlah tersebut, terdapat sembilan lulusan terbaik dari masing-masing program studi. Lulusan dengan capaian IPK tertinggi di raih oleh Anisa Anugrah Ningtyas (IPK 3,91) dari Prodi Manajemen FEB; Kemudian lulusan tercepat diraih oleh Krisna Bayu Febrian dari Prodi Manajemen FEB dalam waktu 3 tahun 4 bulan 8 hari. 

Sementara itu, lulusan termuda diraih oleh Nabila Andara Putri dari Prodi Akuntansi FEB dalam usia 20 tahun 03 bulan 21 hari.

Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved