Breaking News:

Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar, Siti Muntamah: "Jangan Buang Kotoran ke Sungai"

Siti Muntamah Oded, mengatakan penertiban bangunan liar dilakukan agar Kota Bandung bebas ODF (open defecation free) 100 persen. 

Tribun Jabar/Cipta Permana
Ketua Forum Bandung Sehat (FBS) Kota Bandung, Siti Muntamah Oded, mengatakan, penertiban bangunan liar dilakukan agar Kota Bandung bebas ODF (open defecation free) 100 persen.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemkot Bandung gencar menertibkan bangunan liar di daerah bantaran sungai dan mendorong setiap kewilayahan untuk menciptakan inovasi Bangkasep (Bangga Kagungan Septictank).

Ketua Forum Bandung Sehat (FBS) Kota Bandung, Siti Muntamah Oded, mengatakan, penertiban bangunan liar dilakukan agar Kota Bandung bebas ODF (open defecation free) 100 persen. 

"Semua keluarga di Kota Bandung harus memiliki akses terhadap jamban sehat dan tidak membuang kotorannya ke sungai," ujar Umi, sapaan Siti Muntamah, di Pendopo, Sabtu (3/4/2021).

Baca juga: Tabrakan Kapal di Perairan Indramayu 17 ABK Masih Hilang, Tim SAR Lakukan Penyelaman

Baca juga: 18 Lowongan Kerja Besar-besaran di Percetakan Pura Group untuk Lulusan D3 dan S1, Cek Daftar di Sini

Menurut Umi, untuk menciptakan jamban sehat, pihaknya terus melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi  yang berfokus pada mengubah perilaku masyarakat untuk tidak membuang air besar sembarangan.

Upaya sosialisasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan suatu bentuk keseriusan Kota Bandung untuk menghadirkan lingkungan yang bersih dan sehat. 

"Untuk itu, wajib kepada seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan, partisipasi, sekaligus melakukan penyadaran secara mandiri untuk memenuhi kriteria hadirnya kota sehat," ujar Umi.

Umi mengatakan, dalam menciptakan kota sehat perlu dukungan sarana prasarana, yaitu dengan menghadirkan 100 persen akses sanitasi yang layak.

"Kami akan betkolaborasi dengan semua pihak di Kota Bandung, mulai dari dunia usaha seperti mal-mal, pusat-pusat perbelanjaan ditambah juga dengan jasa untuk ikut membantu melakukan intervensi sekaligus membangunkan sarana dan prasarana," ujar Umi.

Menurut Umi, saat ini akses sanitasi baru mencapai 69,01 persen, tapi ia yakin dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan gotong royong, seluruh target akan tercapai 100 persen bebas ODF.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara, mengatakan, untuk mempercepat mewujudkan kota bebas ODF, pihaknya telah melakukan perencanaan dan pemetaan wilayah dengan ODF tertinggi.

"Kita punya masalah ODF yang juga akan berdampak ke hal-hal lain seperti stunting dan ke yang lain. Jadi, mari dukung sama-sama untuk menuju ODF 100%," ujar Ahyani.  (*)

Penulis: Tiah SM
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved