Coffee Break
Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Serigala Penyendiri Bernama Zakiah Aini
MENDENGAR kabar seorang perempuan muda menyerang kantor polisi sendirian, tiba-tiba saya ingat anak perempuan pertama saya.
Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, menjelaskan bahwa Zakiah bisa masuk karena dia dianggap petugas jaga sebagai masyarakat biasa yang membutuhkan layanan polisi.
Tak ada yang tahu Zakiah bakal nekat menyerang. Dia masuk lewat pintu belakang.
Entah bagaimana cara Zakiah menyimpan senjatanya sehingga tidak ketahuan oleh petugas jaga. Polisi menduga, Zakiah menyimpan senjata di bagian tubuhnya.
Baca juga: Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Bus Bertuliskan Tottenham Hotspur
Baca juga: Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Covid-19 Sudah Menerkam
Zakiah menodongkan pistol ke personel pos jaga menggunakan air gun. Dia menggenggam pistol air gun BB bullet cal (kaliber peluru) 4,5 mm. Ia sempat melepaskan enam peluru ke arah polisi di pos jaga gerbang depan Mabes Polri.
Air gun menggunakan mekanisme tekanan CO2 untuk melepaskan peluru berupa gotri seberat 1 hingga 1,5 gram. Muntahan peluru dari pistol macam ini cukup kuat, bisa menembus kaca atau tripleks.
“Jarak 3 meter ditembak air gun ke arah dada, orang bisa tewas. Selain pelurunya dari gotri, daya tekanan air gun cukup kuat melontarkan peluru," kata Ketua Umum Persatuan Olahraga Airsoft Seluruh Indonesia, Setyo Wasisto.
Apa alasan Zakiah menyerang mabes polisi? Inilah surat wasiat yang ditulis Zakiah yang ditemukan polisi:
“Mama, sekali lagi, Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama Mama. Tapi Allah lebih menyanyangi hamba-Nya. Maka Zakiah tempuh jalan ini. Dan dengan izin Allah, untuk selamatkan Zakiah, dan memberi syafaat untuk Mama dan keluarga di akhirat. Keluarga jangan lagi berhubungan dengan bank. Itu riba. Tak diberkahi Allah. Berhentilah Mama bekerja sebagai dasawisma (Program PKK). Karena itu membantu pemerintah thagut. Tak usah ikut pemilu. Karena orang-orang itu akan membuat hukum tandingan Allah. Demokrasi, Pancasila, UUD, pemilu adalah ajaran kafir. Itu jelas musyrik. Dengan menjauhi itu, kita semua selamat dari fitnah dunia.”
Zakiah pun menjelma menjadi teroris serigala penyendiri (lone wolf terrorist): ia menyiapkan dan melakukan tindak kekerasan sendirian, di luar struktur komando apa pun dan tanpa bantuan material dari kelompok mana pun, tapi ia dipengaruhi atau termotivasi oleh ideologi dan kepercayaan kelompok luar dan bertindak dalam mendukung kelompok semacam itu.
Hati saya hanya bisa menangis seraya berdoa: Ya Allah, lindungilah anak-anak kami, anak-anak negeri ini, dari paham mengerikan macam itu. (*)