Breaking News:

VIDEO Karena Luka Parah, Korban Putri Yuliana (5) dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung

Jenazah K (52) pelaku pembacokan di Pasar Wisata Blok A dibawa keluarganya untuk dimakamkan di TPU Dusun Cikuya, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjarany

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
 
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Jenazah K (52) pelaku pembacokan di Pasar Wisata Blok A dibawa keluarganya untuk dimakamkan di TPU Dusun Cikuya, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis, Jawa barat.
 
Adik Ipar K, Maman Sukiman (58) yang turut menjemput jenazah di RSUD Pandega, meminta maaf kepada para korban yang mengalami luka parah dalam insiden tersebut.
 
"Kami, mohon maaf yang sebesar besarnya kepada anak-anak dan para korban lainnya, mudah-mudahan cepat disembuhkan," ujar Maman saat ditemui Tribunjabar.id di RSUD Pandega Pangandaran, Kamis (1/4/2021).
Maman mengatakan Ia (K) adalah warga asli Banjaranyar, namun dia sempat berpindah-pindah tempat dan alamat KTP-nya mengikuti istrinya, yang merupakan warga Banyumas Jawa Tengah.
 
"Ia sempat menginap dirumah saya, selama dua malam, tapi waktu pulang saya juga tidak tahu, tidak pamit pula," ucapnya.
 
Maman menambahkan, K itu tidak sempat curhat apapun, sebelum kejadian pembacokan dan pembakaran kios terjadi.
 
"Sebenarnya, dengan adik juga hubungannya renggang," katanya.
Maman mengatakan, Ia (pelaku) suka berpindah-pindah tempat, pernah ke Jawa Tengah, kemudian Padaherang dan terakhir di Kecamatan Pangandaran.
 
"Ia tidak pernah menunjukan prilaku aneh atau seperti orang setres," katanya.
 
Maman mengungkapkan, keluarga sangat mengikhlaskan kepergian K, akibat timah panas yang menembus tubuhnya.
 
"Tapi mungkin K ada beban hidup yang berat, karena faktor ekonomi," ucapnya.
 
Menurut Maman, istri K yaitu Amirah juga memang agak sedikit mengalami gangguan mental.
 
"Kemudian K, hanya bekerja sebagai penjahit," kata Ia.
 
Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Asep Kemal Pasha mengatakan, korban atas nama Putri Yuliana (5) dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, karena mengalami luka yang parah.
"Jadi yang empat dirawat di RSUD Pandega, tiga menjalani operasi, satu lagi hanya mendapat jahitan dikepala," ujar Ia.
 
Menurut Asep, Putri Yuliana (5) menglami luka di pipi kiri dan kanan dan sobek sampai ke rahang.
 
"Sama tanganya, hampir putus," ucapnya.
 
Kemungkinan, kata Asep, K menyabet tubuh Putri sebanyak tiga sampai empat kali sabetan secara brutalnya.
 
"Jadi, semuanya mengalami luka terbuka atau menganga, tapi Putri yang paling parah," ujarnya.
 
Menurut Asep, untuk pengobatan rujukan, akan dibantu oleh Bupati Pangandaran.
 
"Untuk yang dirujuk, pak bupati sudah mengeluarkan statemen akan membantu," katanya.
 
Sementara, yang empat korban lainya juga akan dibantu dalam pengobatanya. Kemungkinan, semua biaya akan ditanggung juga. *
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul VIDEO Karena Luka Parah, Korban Putri Yuliana (5) dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, https://jabar.tribunnews.com/2021/04/02/video-karena-luka-parah-korban-putri-yuliana-5-dibawa-ke-rumah-sakit-hasan-sadikin-bandung.
Penulis: Padna
Video Editor: Wahyudi Utomo
Penulis: Padna
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved