Breaking News:

Keluar Kerjaan lalu Bisnis Kuliner Korea, Terpuruk saat Pandemi Kini Bangkit Omzet 700 Juta/Bulan

Irma Utari (37), satu dari sekian banyak anak muda di Bandung yang sudah bangkit dari keterpurukan ekonomi

tribunjabar/mega nugraha
Keluar dari Kerjaan lalu Bisnis Kuliner Korea, Terpuruk saat Pandemi Kini Bangkit Omzet 700 Juta/Bulan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Irma Utari (37), satu dari sekian banyak anak muda di Bandung yang sudah bangkit dari keterpurukan ekonomi karena terdampak pandemi Covid-19.

Sejak dua tahun lalu, Irma berkreasi mengolah kuliner khas Korea Selatan agar sesuai dengan lidah Indonesia.

Ciri khas makanan Korea yang asam dan manis, dia ubah sehingga lebih asin dan pedas.Ketika melewati tahun pertama bisnis kulinernya, dia berhadapan dengan pandemi.

"Awal-awal pandemi Covid 19 itu nyaris tidak bisa jualan, sampai dua bulan off. Akhirnya kami putar arah dengan menjual makanan dengan kemasan cold package," ucap Utari, saat ditemui di Jalan Hasanudin Bandung, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Video Bocoran Ikatan Cinta 2 April 2021, Andin dan Al Tahu Fakta Baru Soal Roy-Elsa, Ini Reaksinya

Makanan Korea terkenal yang dia sajikan antara lain Topokki yang berbahan beras hingga Jajangmyeon.

Selain itu, harganya lebih mahal. Menu makanan Korea yang Utari jual, menyasar kalangan milenial karena punya harga murah, dari Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu per porsi.

"Aslinya kan menu makanan itu lebih ke asam ya karena ciri khasnya seperti itu. Tapi kami olah sehingga lebih bercita rasa lidah orang Indonesia," ucap dia.

Dia terjun ke bisnis kuliner berawal dari pekerjaannya di perusahaan Korea di Jakarta. Dia memutuskan berhenti setelah meriset makanan Korea yang bakal cocok untuk masyarakat Indonesia. Ia juga sempat berdebat dengan bosnya.

"Dulu berhenti kerja, tapi sudah bikin riset soal makanan Korea yang cocok dengan lidah orang Indonesia. Modal awalnya Rp 50 juta, dulu buka di Depok dengan menggunakan gerobak dan saat buka pertama, langsung habis 70 porsi," ucap Utari.

Baca juga: 5 Fakta Pengemudi Fortuner Todongkan Pistol Setelah Tabrak Motor, Ini yang Diucapnya Sebelum Pergi

Dari awal usahanya itu, ternyata menu racikan makanan Korea dengan bumbu khas Indonesia itu diterima di pecinta kuliner.

Dari satu gerobak, kini dia memiliki empat gerobak kuliner khas Korea dengan bumbu masakan Indonesia.

"Sekarang sudah ada 47 outlet gerobak di Jakarta, Bandung dan Depok dan sudah beromzet Rp 700 juta per bulan. Targetnya saya,  mau sampai 200 outlet," katanya.

Kali ini, ia membuka outlet gerobak makanan Korea bercitarasa Indonesia di Jalan Hasanudin, setelah bangkit dari keterpurukan ekonomi di masa pandemi.

"Alhamdulillah sekarang mulai berbenah lagi setelah melewati fase buruk di awal pandemi," katanya.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved