Breaking News:

ASKOPIS Jabar Minta Medsos Diisi Konten Positif dan Narasi Agama Moderat

Webinar ini bertajuk 'Media Sosial dan Narasi Agama di Indonesia Perspektif Akademisi dan Praktisi".

muhamad nandri prilatama/tribun jabar
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Prodi KPI se-Indonesia (ASKOPIS) Jawa Barat menggelar webinar komunikasi Islam jilid 2, Kamis (1/4/2021) bekerjasama dengan prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Prodi KPI se-Indonesia (ASKOPIS) Jawa Barat menggelar webinar komunikasi Islam jilid 2, Kamis (1/4/2021) bekerjasama dengan prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

Webinar ini bertajuk 'Media Sosial dan Narasi Agama di Indonesia Perspektif Akademisi dan Praktisi".

Ketua Prodi KPI UIN Bandung, H Aang Ridwan sekaligus menjabat Sekretaris Umum DPD ASKOPIS Jabar, menyampaikan literasi digital di masa pandemi sangatlah penting sebagai kekuatan menjernihkan pikiran para pengguna media sosial.

"Media sosial ini faktanya digunakan sebagai platform kajian dan narasi agama yang banyak di Indonesia. Jadi, ada keharusan para akademisi dan praktisi memastikan media sosial diisi dengan konten positif juga narasi agama yang moderat," katanya.

Tak hanya itu, lanjut dia, pengguna medsos pun harus berlaku bijak serta cerdas dalam menggunakannya. Sebab, seringkali narasi hoax maupun hate speech dikemas mengatasnamakan agama. 

"Kita harus menjadi da'i digital yang bisa perkuat ekosistem dakwah di medium digital," ujarnya.

Ketua DPP ASKOPIS, Mohammad Zamroni mengapresiasi kepada DPD ASKOPIS Jabar dan KPI UIN Bandung yang secara konsisten mengedukasi umat lewat literasi dakwah di dunia digital. Dia merasa bangga karena dengan cara inilah dapat mencerdaskan umat.

"Energi positif ini harus ditebarkan ke ruang-ruang digital dengan perkuat narasi-narasi positif, utamanya narasi agama. Sebab, agama itu jawaban untuk menjernihkan beragam kondisi kebangsaan saat ini," katanya.

Dalam webinar ini ada dua narasumber yakni dari akademisi dan praktisi, seperti KH Mukhlis Aliyudin dan Aldo Shurman selalu Community Manager UMMA Indonesia. Sebanyak 200 peserta yang mengikuti webinar ini dengan dipandu oleh Uwes Fatoni selaku Sekretaris Prodi KPI UIN Bandung.

Mukhlis Aliyudin memaparkan seputar perspektif akademisi dalam menggali berbagai data juga fakta yang relevan dengan tren penggunaan medsos sebagai platform kajian dan narasi agama secara digital. Sedangkan Aldo Shurman menyampaikan masalah perspektif praktisi dengan memberikan tips juga trik melaksanakan dakwah Islam secara praktis di media sosial.

"Literasi dakwah, budaya tabayyun, verifikasi informasi agama secara kritis dan berinteraksi dengan lingkungan yang positif, harus dilakukan pula di media sosial," ujarnya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved