Breaking News:

Youtuber Cantik Sebar Hoaks Soal Pengungsi Ledakan Pertamina, Tertunduk Malu Saat Diamankan Polisi

Keduanya diketahui setelah membuat berita hoaks atau bohong soal pengungsi terdampak ledakan tangki BBM di Kilang PT Pertamina RU VI Balongan.

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Youtuber asal Kabupaten Indramayu saat diamankan polisi di Mapolres Indramayu, Rabu (31/3/2021) malam 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Demi konten, BS (19) youtuber cantik asal Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu ini kini harus berurusan dengan polisi.

Wanita berkerudung hitam itu terlihat hanya mampu menundukkan kepala setelah diamankan bersama temannya SH (32) warga Kecamatan Gantar.

Keduanya diketahui setelah membuat berita hoaks atau bohong soal pengungsi terdampak ledakan tangki Pertamins di Kilang PT Pertamina RU VI Balongan.

Baca juga: Apa Itu April Mop? Diperingati Setiap 1 April, Begini Asal-usul dan Sejarah Tradisi yang Unik Itu

Mereka membuat konten dengan menyebut banyak rumah-rumah warga yang kemalingan saat ditinggal penghuninya mengungsi.

Sejumlah barang milik warga, mulai dari sepeda motor hingga televisi dijarah maling tanpa mengecek kebenaran langsung ke lokasi kejadian.

Konten itu dibuat berdasarkan desas-desus yang mereka terima soal insiden tersebut.

"Pelaku pertama yang kita amankan adalah SH, pengunggah pertama. Dia kita jemput dikediamannya pada Selasa 30 Maret 2021," ujar Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara melalui Kanit II Tipidter Sat Reskrim Polres Indramayu, Ipda Ardian di Mapolres Indramayu, Rabu (31/3/2021) malam.

Baca juga: Raffi Ahmad Gandeng Bambang Nurdiansyah dan Hamka Hamzah Tukangi RANS Cilegon FC

Lanjut Ipda Ardian, setelah menangkap SH, polisi pun mencoba menghubungi youtuber cantik tersebut melalui via telepon.

Tak berselang sama, BS mendatangi Polsek di wilayah tempat tinggalnya dan menyerahkan diri.

Ia pun lalu diantar ke Mapolres Indramayu untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"BS dan SH ini mereka berteman," ujarnya.

Atas perbuatannya, dua youtuber itu kini diancam dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 Miliar.

Baca juga: Fakta-fakta Pelaku Penyerangan Mabes Polri, Mahasiswi DO, Diantar Teman Pria, hingga Kartu Perbakin

"Dua youtuber ini kita kenakan Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved