Breaking News:

Banjir di Kabupaten Bandung

Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Bandung Butuh Perahu Kecil, Untuk Evakuasi Warga di Gang

Warga di Dayeuhkolot yang kebanjiran membutuhkan perahu kecil untuk evakuasi di gang sempit.

Tribun Jabar/Luthfi AM
Banjir di Bandung selatan, Kamis (1/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga terdampak banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung membutuhkan perahu kecil atau kano untuk evakuasi atau beraktivitas, terutama bagi warga yang tinggal di dalam gang.

Seorang warga Kampung Bojongasih yang tinggal di dalam gang, Fatimah (57), mengatakan, jika banjir dan akan keluar rumah kerap menerjang banjir meski air tinggi.

"Kalau ada perahu, ya, naik perahu cuman jarang karena susah, kan, rumahnya di dalam gang," kata Fatimah, saat ditemui, di pengungsian Gedung PMI, Kamis (1/3/2021).

Baca juga: Banjir Bandang Hantam Sejumlah Rumah di Kertasari Kabupaten Bandung, Lumpur Berasal dari Gunung

Baca juga: Puluhan Keluarga di Dayeuhkolot Mulai Mengungsi, Banjir 1,5 Meter Rendam Baleendah

Fatimah, menambahkan, perahu besar susah jika harus masuk gang, terutama di belokan.

Tetangganya suka ada yang menggunakan ban atau jeriken yang disusun.

"Tapi saya mah takut kalau naik ban, takut tiguling karena enggak bisa renang. Saya mah jalan aja meski banjirnya segini," ujar Fatimah, sambil menunjuk ke dadanya.

Kini Fatimah lebih memilih tinggal di pengungsian, karena air yang merendam rumahnya cukup tinggi, sekitar 1 meter lebih. 

Fatimah menambahkan, hari sebelumnya sempat pulang ke rumahnya, tapi sorenya kembali ke pengungsian karena air kembali tinggi.

Seorang warga lain yang ditemui di tempat berbeda, Ahmad Kaelani (40), membenarkan, memang sulit jika perahu masuk ke gang.

"Jadi warga ya butuh perahu kecil atau kano, untuk mengevakuasi atau berkegiatan. Sekarang warga paling menggunakan ban atau kompan yang disusun untuk masuk gang," kata Ahmad, saat ditemui di Kampug Bojongasih.

Ahmad yang akrab disapa Meni, ini menambahkan, kano sangat dibutuhkan jika ada keadaan mendesak.

"Seperti mengevakuasi yang sakit dan rumahnya di dalam gang, kan kalau pake perahu kayu biasa sulit. Jadi kasian, kalau ada yang sakit saat banjir seperti ini," kata Meni.

Baca juga: Profil Hengky Kurniawan, dari Pemulung Jadi Artis Lalu Wakil Bupati, Kini Tinggal Tunggu Jadi Bupati

Baca juga: NGERI, Anak Bunuh Ayah di Cianjur, Leher Korban Hampir Putus, Awalnya Diminta Gantian Jaga Toko

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved