Breaking News:

Rencana Belajar Tatap Muka di Bandung, Pemkot Ingin Dengar Pendapat Orangtua Siswa

Pemerintah Kota Bandung bakal mendengar pendapat dari forum orangtua siswa sebelum mengeluarkan kebijakan belajar tatap muka Terbatas. 

Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Percobaan belajar tatap muka di SMA 4 Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu. Pemerintah Kota Bandung bakal mendengar pendapat dari forum orangtua siswa sebelum mengeluarkan kebijakan belajar tatap muka Terbatas.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung bakal mendengar pendapat dari forum orangtua siswa sebelum mengeluarkan kebijakan belajar tatap muka Terbatas

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan jika pihaknya tak ingin terburu-buru dalam mengeluarkan kebijakan belajar tatap muka terbatas.

Baca juga: Farshad Noor Ngebet Jadi Starter di Laga Persib Bandung vs Persiraja, Besok Malam

Baca juga: Pemain Garut Ini Tak Gentar Lawan Persib Bandung, Siap Kerja Keras untuk Persiraja Banda Aceh

"Kita ingin mendengar dari leading sektor, forum orang tuanya juga, karena katanya terbelah ada yang pro dan kontra, tapikan itu baru isu yang saya terima, bagaimana dari organisasi profesi yang berkaitan dengan dunia pendidikan, pokonya harus komprehensif, jangan terburu-buru," ujar Ema, di Balai Kota Bandung, Rabu (31/3/2021). 

Jangan sampai, kata Ema, kebijakan yang dikeluarkan Pimpinan kontra produktif, sehingga Ia sebagai staf bakal mempersiapkan semuanya. 

"Kita belajar dari kasus Krida Nusantara, artinya kan belum siap, mau dipaksakan juga dilepas begitu saja kemudian korban berjatuhan, kan itu sangat tidak kita harapkan," katanya. 

Menurut Ema, pihaknya pun harus memastikan bahwa semua infrastrukturnya sudah siap sebelum kebijakan belajar tatap muka terbatas diterapkan. 

"Obyek sasaran seperti apa, guru dan siswanya harus dalam posisi siap, jangan sampai ada ketimpangan," ucapnya. 

Selain itu, sambung Ema, saat ini pihanya pun sedang mengupayakan agar semua guru mendapatkan vaksinasi Covid-19 untuk meminimalisir terjadinya penularan virus corona. 

"Pada saat sudah mendapat informasi diberikan ruang untuk KBM, kebijakan pimpinan guru menjadi bagian prioritas yang kita kedepannya, guru akan dikebut untuk pemberian vaksinasinya, kita lihat sejauh mana ketersediaan vaksinya karena vaksin ini otoritasnya bukan di kita," katanya. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved