Breaking News:

VIDEO Terdampak Pandemi Ribuan Katel Bulukan Kotor Tak Terserap Pasar Nilainya Ratusan Juta Rupiah

Para pengrajin katel di Dusun Jetak Desa Sindangsari Kecamatan Cikoneng Ciamis juga merasakan dampak pandemi covid-19. Ribuan katel bulukan (kotor) be

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Para pengrajin katel di Dusun Jetak Desa Sindangsari Kecamatan Cikoneng Ciamis juga merasakan dampak pandemi covid-19. Ribuan katel bulukan (kotor) berdebu tersimpan di gudang karena tidak terserap pasar.

Ribuan katel tidak terserap pasar akibat dampak pandemi Covid-19 tersebut menurut Rian senilai sekitar Rp 200 juta.

“Kalau angkutan sembako masih bisa masuk Jabodetabek meski PSBB diberlakukan. Sementara katel dan sejenisnya tidak bisa masuk. Sementara produksi  jalan terus. Akhirnya ribuan katel numpuk di gudang, dan sampai hari ini masih ada sisanya,” katanya.

Meski katel buatan pabriknya tidak bisa masuk kawasan Jabodetabek  dan Sumatera menurut Rian, produksi jalan terus karena  bulan April tersebut menjelang bulan puasa. Yang tentunya pekerja perlu bekerja butuh uang untuk keperluan bulan puasa dan lebaran.

Dan menjelang bulan puasa ini, produksi katel yang dikelolanya menurut Rian tetap bertahan meski daya serap pasar masih terbatas. “Dalam kondisi normal, hasil produksi langsung terserap pasar, ada penampung yang sudah siap menampung. Teserap habis. Sekarang masih terbatas, kadang ada sisanya.Termasuk sisa tahun 2020 masih ada,” katanya.

Harga  katel maupun kastrol tingkat pabrik (pabrikan) menurut Rian juga beragam sesuai ukuran. Katel ceper ukuran kecil Rp 12.000-Rp 13.000/buah sedangkan katel cekung Rp 20.000/buah. Sementara katel raksasa (kartel kancah) juga bervariasi tergantung diameter dan bahan. Mulai ukuran diameter 1,2 meter hingga 1,5 meter. “Harga mulai Rp 180.000 sampai Rp 2,5 juta/buah. Katel untuk menggoreng kerupuk bisa Rp 2,5 juta karena bahannya beda dan beratnya sampai 70 kg serta lebih tebal,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kades Sindangsari, Febri Riski Denaya Amd.

Dengan keberadaan 16 pabrik katel tersebut, Dusun Jetak telah menjadi sentra produksi katel (wajan) di Ciamis. Dengan daerah pemasarannya seantero tanah air dari Aceh sampai Papua. “Jetak hanya memproduksi katel. Yang menjualnya ke seluruh pulau sudah ada yang melakoninya, sudah ada penampung dan pasukan pemasarannya,” katanya.

Rata-rata pekerja di pabrik katel di Dusun Jetak tersebut katanya merupakan pekerja harian. Sesuai dengan tugas mereka masing-masing mulai dari peleburan bahan baku, pencetakan katel hingga finishing (pengikiran). “Jam kerjanya juga berbeda-beda. Mereka biasanya sebelum masuk kerja atau usai kerja di pabrik masih bisa bertani, jadi buruh bangunan dan lainnya. Dan setiap Jumat dan Minggu libur, tidak produksi,” ujar Febri

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul VIDEO Terdampak Pandemi Ribuan Katel Bulukan Kotor Tak Terserap Pasar Nilainya Ratusan Juta Rupiah, https://jabar.tribunnews.com/2021/03/31/video-terdampak-pandemi-ribuan-katel-bulukan-kotor-tak-terserap-pasar-nilainya-ratusan-juta-rupiah.
Penulis: Andri M Dani
Video Editor: Wahyudi Utomo

Penulis: Andri M Dani
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved