Breaking News:

Pertamina Balongan Terbakar

BREAKING NEWS Kilang Minyak Pertamina Balongan Meledak Lagi, Api Kembali Besar, Warga Ngungsi Lagi

Kilang minyak Pertamina di Balongan , Indramayu meledak lagi,  Rabu (31/3/2021) sekitar pukul 09.30 WIB.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ichsan
tribunjabar/handika rahman
Kilang Minyak Pertamina Balongan Meledak Lagi, Api Kembali Besar, Warga Mau Pulang Ngungsi Lagi. Foto pada Rabu (31/3/2021) pukul 10.00 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kilang minyak Pertamina di Balongan , Indramayu meledak lagi,  Rabu (31/3/2021) sekitar pukul 09.30 WIB.

Padahal sebelumnya atau pada pagi hari api sudah mengecil.

Ledakan tersebut membuat api yang membakar tangki BBM semakin membesar. Padahal, nyalanya api sempat mengecil.

Selain itu, kepulan asap pun yang sempat memudar, kini semakin tebal kembali.

Baca juga: Wander Luiz jadi Man of The Match Laga Persib Bandung vs Persita Tangerang, Sisihkan Dua Pemain Ini

Seorang warga Desa Sukaurip, Wahyudi (42) mengatakan, bunyi ledakan itu terdengar nyaring walau tidak dibarengi dengan getaran seperti sebelumnya.

"Ledakan satu kali lagi, sempat panik lagi," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Wahyudi yang saat itu tengah mengecek lokasi titik kebakaran menceritakan, warga panik berhamburan.

Warga bahkan sudah berinisiatif hendak pulang ke rumah, kini kembali mengungsi.

"Tapi tadi ada petugas yang menenangkan, tenang-tenang katanya, jadi tenang lagi," ujarnya.

Baca juga: Aa Gym Gak Hadir di Sidang Gugat Cerai, Padahal Dipanggil Sebagai Pemohon Gugatan

VIRAL Muncul Asap Lafadz Allah Saat Insiden Meledaknya Kilang Pertamina di Indramayu

Fenomena tak biasa terjadi saat insiden meledaknya tangki BBM milik PT Pertamina RU VI Balongan Indramayu.

Pasalnya, saat ledakan itu terjadi muncul asap yang menyerupai lafadz Allah.

Sesaat setelah lafadz Allah memudar, muncul kembali asap lainnya yang menyerupai lafadz Muhammad.

Baca juga: Mengakhiri Maret 2021, Ridwan Kamil Jalani Agenda di Sumbar dan Sumut, Bahas Potensi Kerja Sama

Peristiwa langka ini rupanya tidak sengaja terekam oleh salah seorang warga yang tengah mengabadikan kejadian mengerikan itu dari lokasi pesawahan pada Senin (29/3/2021) dini hari sekitar pukul 00.45 WIB.

Sekedar informasi, waktu terjadinya ledakan hingga membuat kebakaran hebat itu bertepatan dengan malam Nisfu Syaban.

Video itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook Warcil WarungCilik Fadli dan sudah dibagikan ribuan kali.

"Di detik detik antara 20 samapai 25 terlihat jelas lafadz allah," tulis akun Warcil WarungCilik Fadli.

Baca juga: Pelayanan Tes GeNose C-19 Kini Sudah Hadir di Stasiun Jatibarang Indramayu, Cukup Bayar Rp 30 ribu

Beredarnya video ini pun membuat netizen terkesima.

"Masaya allah...allah huakbar.kejadian ini adalah intropeksi diri buat kita.mungkin ini adalah teguran dari yg kuasa," tulis akun Lina Indrayani.

"Iya ada lafaz Allah masyaallah," tulis akun Fuji Astuti.

"Masya allah subhanallah lafadz allah sama muhammad ya yg gua liat," tulis akun Zidan Rizki.

Selain itu ada pula netizen yang mengaku melihat lafadz Qur'an.

"Apa cuma aku Asep katone (keliatannya) lfadz2 Qur'an lan (dan) lafadz Allah," tulis akun R Na Sasih.

"Iya asepnya ada Lafadz allah berikutnya lafadz quran masyaallah merinding," tulis akun Siti Fatimah.

Sebelum Meledak Warga Sempat Demo

Seorang tewas dan puluhan lainnya terluka  menyusul ledakan dahsyat di kompleks kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Senin (29/3), lepas tengah malam.

Ratusan orang dari lima desa di sekitar kilang terpaksa diungsikan. Jumlah korban masih dimungkinkan bertambah.

Semalam, hingga pukul 22.00, kobaran api masih terlihat dari jauh. Sekitar lokasi dipenuhi asap hitam. Baunya menyengat.

Sejumlah warga Balongan mengaku sempat mendengar dua kali ledakan sebelum api berkobar. Ledakan kedua lebih keras dari yang pertama. Getarannya bahkan dirasakan warga yang tinggal tiga kilometer dari lokasi. Dinding rumah warga retak-retak.

Baca juga: Mensos Risma Sebut Tempat Pengungsian Nyaman, Tapi Panas, Akan Kirimkan Tim Trauma Healing

Nian, warga desa Sukaurip, Blok Wisma Jati, Kecamatan Balongan, mengaku sempat mencium bau gas yang sangat menyengat sebelum kilang minyak itu meledak. Saking kuatnya bau gas, kata Nian, ia bahkan terpaksa menggunakan empat lapis masker.

"Tapi masih tembus juga bau gas," kata Nian, kemarin.

Rumah Nian berada sekitar 500 meter dari lokasi kilang yang meledak.

"Kenceng sekali. Pertama itu seperti suara petir. Ledakan kedua langsung gede, disusul kobaran api," ujarnya sambil menunjuk ke arah area kilang.

Saking kerasnya ledakan, kata Nian, ia bahkan sampai tiarap di pelataran rumah, sebelum akhirnya dievakuasi dan diarahkan untuk mengungsi.

"Takut, tiga kali pipanya meledaknya," ujar pria paruh baya itu.

Tak hanya dirinya, warga di sekitar rumahnya juga berhamburan keluar rumah karena ketakutan. Sebagian berlarian ke arah akses jalan belakang desa tanpa menghiraukan barang yang tertinggal di rumah. Nilam dan kleluarganya juga melakukan hal serupa.

"Semua (warga) pada keluar, pokoknya rumah pada ancur, ada kacanya (pecah,) plafonnya roboh," tutur Nian.

Baca juga: Hanya Tahu Suami Jadi Sopir Jarang Pulang, Istri Terduga Teroris Kaget Rumahnya Digeledah Densus 88

Asap masih membubung di PT Pertamina RU VI Balongan, Senin (29/3/2021) siang.
Asap masih membubung di PT Pertamina RU VI Balongan, Senin (29/3/2021) siang. (Tribun Jabar)

Demo

Bau gas yang sangat menyengat sebelum pipa minyak meledak juga diungkapkan Rinto S, seorang petugas TNI Angkatan Darat di Desa Sukaurip, Balongan.

Rinto mengungkapkan, bau gas dan minyak itu tercium sejak Minggu (28/3) malam sekitar pukul 23.00. Bau ini membuat warga Desa Sukaurip resah.

Puluhan warga Desa Sukaurip, menurut Rinto, bahkan sempat menggelar unjuk rasa, memprotes bau gas dan minyak yang bersumber dari Kilang Balongan, yang menyelimuti pemukiman mereka.

"Puluhan warga demo sekitar jam 00.00. Demo dipicu bau minyak dan gas dari kilang. Demo sampai 00.30. Tiba-tiba (Kilang Balongan) meledak," ucap Rinto kepada Tribunnetwork saat ditemui di Desa Sukaurip, kemarin.

Ledakan pertama, ujarnya, terjadi pukul 00.45 WIB. Tidak berselang 30 menit, terjadi ledakan kedua, yang juga bersumber dari Kilang Balongan.

Alex (19), warga Desa Sukaurip, menuturkan hal serupa. "Ada bau minyak gas menyengat. Semalam kita semua warga diminta keluar rumah karena bau gas minyak itu," ujarnya.

Alex juga membenarkan bahwa warga Desa Sukaurip menggelar unjuk rasa di depan kantor Kilang Balongan milik PT Pertamina sebelum ledakan terjadi. Alex juga mengatakan, demo dipicu bau gas dan minyak yang membuat kebanyakan warga Desa Sukaurip mengalami sesak napas.

"Semalam kita ribut-ribut dengan Pertamina itu kan, kita minta pertanggungjawaban. Demo karena (warga) pada sakit kan, sesak (menghirup udara yang terkontaminasi gas dan minyak)," ungkap Alex.

Baca juga: Indonesian Idol Road to Big 3, Lyodra, Tiara dan Ziva Tampil Spesial, Nyanyikan On the Ground - Rose

Asap hitam pekat membumbung tinggi di lokasi kebakaran Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Senin (29/3/2021) sore.
Asap hitam pekat membumbung tinggi di lokasi kebakaran Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Senin (29/3/2021) sore. (ahmad imam baehaqi/tribun jabar)

Siaga

Hingga semalam, para petugas gabungan TNI-Polri masih bersiaga di pintu masuk Pertamina RU VI Balongan. Bahkan, sejumlah petugas tampak menenteng senjata laras panjang, mengenakan helm, dan rompi antipeluru. Sejumlah kendaraan hilir mudik memasuki kompleks Pertamina RU VI Balongan. Mulai kendaraan dinas TNI - Polri, pemadam kebakaran, dan lainnya.

Arus lalu lintas juga dialihkan sementara karena lokasi tangki yang terbakar berada dekat jalan umum yang kerap dilintasi warga.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Ahmad Dofiri, mengatakan, kebakaran berawal dari adanya rembesan di salah satu tangki.

"Saat rembesan itu dalam penanganan, ada petir yang menyambar," ujar Kapolda.

Namun, kata Kapolda, pihaknya belum dapat memastikan apakah kebakaran tersebut disebabkan sambaran petir atau hal lain.

"Hal itu nanti akan ditindaklanjuti penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," ujarnya.

Dugaan bahwa kebakaran dipicu sambaran petir juga diungkapkan Corsec Subholding Refining and Petrochemical Pertamina, Ifky Sukarya. “Saat itu sedang hujan besar dan diduga ada petir,” kata Ifky.

Baca juga: Berita Persib Tribun Jabar, Maung Bandung Menang Atas Persita, Victor Igbonefo: Kemenangan Penting

Pasokan Aman

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, sejumlah langkah telah mereka lakukan untuk mencegah penyebaran api. Pertamina, kata Nickce, telah mematikan kilang.

"Ini agar arus minyak berhenti dan mencegah perluasan kebakaran," ujarnya.

Kompleks kilang Balongan merupakan kilang keenam dari total tujuh yang dimiliki oleh Pertamina. Kilang ini memiliki fungsi untuk mengolah minyak mentah (crude oil) menjadi produk Bahan Bakar Minyak (BBM), non-BBM, dan petrokimia.

Berdasarkan luasan wilayah, operasional kilang yang beroperasi sejak 1994 itu, mencakup daerah Balongan, Mundu, dan Salam Darma. Kilang beroperasi dengan mengambil bahan baku minyak mentah dari Duri dan Minas di Riau.

Kilang Balongan mampu memproduksi BBM sebanyak 125 ribu barel per hari. Namun, Nicke memastikan pasokan bahan bakar minyak tak akan terganggu dengan kejadian ini.

"Kami pastikan pasokan BBM aman karena sebenarnya dalam pola suplai kami ada skenario dalam operasi emergency. Jadi kami optimalkan produk dari kilang lain dan salurkan langsung salurkan ke daerah-daerah yang selama ini disuplai Balongan yaitu Jakarta dan Cikampek," ujarnya.

Nicke juga menegaskan, proses di kilang Balongan tidak terdampak dengan kejadian ini. Kebakaran hanya terjadi di daerah tangki.

Unit Manager Communication, Relation and CSR RU VI Balongan, Cecep Supriyatna menjelaskan ada empat tangki yang terbakar. "Dua di antaranya kosong," ujar Cecep.

Cecep  juga menduga keempat tangki itu meledak karena tersambar petir. Hal ini dikarenakan saat kejadian wilayah setempat tengah dilanda hujan lebat. (Handhika Rahman, Ahmad Imam Baehaqi, Irvan Maulana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved