Breaking News:

Ketua KPK Sambangi Lapas Sukamiskin, dari Mobil Tunjukkan Menu Sarapan yang Belum Disantap

Ketua KPK Firli Bahuri sempat menunjukan menu sarapannya seusai menghadiri penyuluhan korupsi

tribunjabar/mega nugraha
Ketua KPK Sambangi Lapas Sukamiskin, dari Mobil Tunjukkan Menu Sarapan yang Belum Disantap 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua KPK Firli Bahuri sempat menunjukan menu sarapannya seusai menghadiri penyuluhan korupsi di Lapas Sukamiskin Bandung, Jalan AH Nasution pada Rabu (31/3/2021). 

Sebelum meninggalkan gedung, dia sempat berpamitan dengan Direktur Itjen Pas Kemenkum HAM Reinhard Silitonga, Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar Sudjonggo dan Kalapas Sukamiskin Elly Yuzar serta para wartawan kemudian memasuki mobil dinasnya, sedan Mazda.

Dari dalam mobil, dia membuka kaca mobil kemudian tangannya memegang wadah plastik berisi makanan. Tampak makanan kentang dan telur rebus di wadah yang ditunjukan.

"Ini sarapan saya, tadi pagi belum sarapan," ucap Firli, disambut tawa para pejabat Kemenkum HAM. Ia pun berpamitan.

Baca juga: Beredar Video Pelaku Duel Berdarah Siap Datangi Lagi Lawannya jika Sudah Sembuh, Dendam Kesumat

Pada sambutannya, Firli sempat berkisah soal pengalamannya menjabat Deputi Penindakan KPK pada 2018. 

"Saya pernah jadi Deputi Penindakan, pada 2018 itu ada 30 operasi tangkap tangan, 122 orang kita tahan, apakah korupsi berhenti? Tidak. Kami kaji salahnya dimana, sudah ditangkap, dihukum, masih ada korupsi," ujar Firli.

KPK kemudian mengkaji masalahnya. Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya korupsi. 

"Orang korupsi karena serakah, karena ada kesempatan, karena kebutuhan dan ada yang lebih parah, karena hukumannya rendah hingga sistem yang gagal," ucap dia. 

Ia menyinggung soal sistem politik di Indonesia yang menggunakan pilkada langsung, dimana dibutuhkan uang yang banyak untuk meraih suara terbanyak.

"Gimana enggak korupsi, pilkada langsung harus pakai duit, nyoblos pakai duit. Parpol ada yang bilang begitu, kita tahu penyebab korupsi tapi mampukah berubah. Kalimat integritas semua paham, tapi kapan integritas meningkat dan menurun‎. Saat integritas menurun, disitu bisa korupsi," ucap dia. 

Baca juga: 81 Polsek di Jabar tak Lagi Menyidik, Jika Ada Kejadian Pasti Ditindak, Maksimalkan Peran Juru Damai

Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana mengatakan sepatutnya para warga binaan yang telah rampung menjalani pidana atau berstatus sebagai 'penyintas korupsi' turut serta menggalakkan pemberantasan korupsi dengan berbagi pengalamannya.

Dengan begitu, diharapkan masyarakat yang hendak melakukan tindak korupsi dapat mengurungkan niatnya setelah mendengarkan pengalaman penyintas korupsi.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan penyuluhan bagi warga binaan asimilasi di Lapas Sukamiskin Bandung.

"Dan kebetulan mereka punya pengalaman katakanlah sebagai penyintas korupsi sehingga diharapkan dengan pengalaman yang mereka dapatkan itu bisa disharing kepada masyarakat yang lain, calon yang tidak jadi, punya niat," katanya.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved