Penangkapan Terduga Teroris

Ada Dua Pria Ditangkap Usai Serangan ke Mabes Polri, Kapolresta Bandung: Terkait di Jakarta Selatan

Ini kata Kapolresta Bandung terkait penangkapan dua pria di Cangkuang setelah Mabes Polri diserang sore tadi.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Luthfi AM
Proses penggeledahan yang dilakukan polisi di sebuah rumah di Cangkuang, Kabupaten Bandung, Rabu (31/3/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setelah mengamankan dua orang dari rumah berwarna hijau di Perumahan Sanggar Indah Banjaran Blok C 3, Nomor 18, RT 1/6, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Rabu (31/3/2021) petang, petugas kepolisian masih terus melakukan penggeledahan.

Penggeledahan di rumah yang berwarna hijau tersebut, dimulai pukul 18.05.

Hingga pukul 19. 30 penggeledahan masih belum usai.

Baca juga: BREAKING NEWS Beberapa Saat Setelah Mabes Polri Diserang, Polisi Amankan 2 Pria di Kabupaten Bandung

Baca juga: Kantor Listyo Sigit Prabowo Diserang Teroris, Pelaku Tenteng Senjata Api Lalu Todong Polisi

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan, mengatakan, dari Polresta Bandung pada prinsipnya membantu kegiatan dari Densus 88.

"Tadi pagi jam 12 siang di Jakarta (Selatan), penghuni rumah tersebut dilakukan penangkapan," ujar Hendra, saat penggeledahan.

Saat ditanya, apakah ada kaitannya dengan kejadian di Mabes Polri tadi sore, Hendra mengatakan, masih didalami.

"Penangkapannya berbeda, di Jakarta Selatan, bukan (yang kaitan) di Mabes Polri," tuturnya.

Hendra menambahkan, kemudian pihaknya, melakukan pengembangan untuk mengecek kondisi rumahnya.

"Untuk mencari barang bukti lainnya, yang mendukung kegiatan terduga (teroris) tersebut," kata Hendra.

Hendra mengatakan, kini sudah ada beberapa alat bukti yang mendukung perbuatan tersebut.

Polisi berjaga di depan rumah yang digeledah polisi di Cangkuang, Kabupaten Bandung, Rabu (31/3/2021) malam.
Polisi berjaga di depan rumah yang digeledah polisi di Cangkuang, Kabupaten Bandung, Rabu (31/3/2021) malam. (Tribun Jabar/Luthfi AM)

"Ini (penggeledahan) masih berproses," ucapnya. 

Diberitakan sebelumnya, satu rumah di Perumahan Sanggar Indah Banjaran Blok C 3, RT 1/6, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, digeledah anggota kepolisian, Rabu (31/3/2021), pukul 18. 05 WIB. 

Rumah berwarna hijau, tersebut digeledah terkait dugaan jaringan teroris.

Dari pantauan tribun, terdapat dua orang pria yang telah diamankan oleh jajaran kepolisian.

Satu orang bertubuh kurus dan satu orang lagi bertubuh besar. 

Mereka digiring oleh petugas.

Mereka kemudian dimasukkan ke dalam mobil polisi.

Adanya puluhan anggota kepolisian ke komplek tersebut, tentu mengagetkan warga sekitar.

Sebagian warga, terlihat penasaran, dengan adanya kejadian itu, dan melihat penggeledahan itu.

Hingga kini petugas masih menggeledah, rumah tersebut.

Rumah tersebut, kini dilingkari garis Polisi.

Sebagian petugas masuk ke dalam rumah tersebut, dan sebagian berjaga di luar dengan senjata lengkap.

Proses penggeledahan yang dilakukan polisi di sebuah rumah di Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (31/3/2021) malam.
Proses penggeledahan yang dilakukan polisi di sebuah rumah di Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (31/3/2021) malam. (Tribun Jabar/Luthfi AM)

Kesaksian Tetangga

Penghuni yang rumahnya digerebek polisi atas dugaan terorisme, Rabu (31/3/2021) malam, di Perumahan Sanggar Indah Banjaran Blok C 3, RT 1/6, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, dikenal tertutup.

Menurut seorang warga, Arin (52), penghuni rumah tersebut, tertutup, jarang berinteraksi, dan tidak bersosialisasi dengan warga lainnya.

"Saya tak tahu pasti yang menghuni rumah tersebut karena mereka tertutup. Setahu saya yang tinggal di situ ada dua orang," ujar Arin, di depan rumahnya, saat penggeledahan terjadi.

Arin menambahkan, orang tersebut tinggal di rumah berwarna hijau itu mengontrak.

"Dia tinggal di sini mengontrak, sudah sekitar 1 tahun. Meski sudah satu tahun saya tak tahu namanya karena belum pernah ngobrol dan orangnya tertutup," kata Arin.

Arin mengatakan, paling ia hanya melihat saat penghuni rumah tersebut keluar rumah.

"Memang suka ada kegiatan di rumah itu, kegiatannya mungkin pengajian, tapi saat pengajian juga suka terdengar tabuhan rebana," ujarnya.

Arin mengatakan, kegiatan tersebut mungkin digelar sekitar 1 bulan sekali di rumah itu.

"Yang datang, enggak tahu berapa orang da banyak," katanya.

Adanya penggerebekan tersebut, Arin mengaku, tentu mengagetkannya dan warga sekitar.

"Sebab enggak nyangka, seperi ini," ucapnya.

Baca juga: Airsoft Gun & Map Kuning Diduga yang Dibawa Terduga Teroris, Pelaku Ditembak Dekat Ruang Kapolri

Baca juga: Detik-detik Terduga Teroris Masuk Mabes Polri, Diduga Membawa Senjata Api, Begini Gerak-geriknya

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved