Breaking News:

Kecelakaan Maut di Sumedang

Polisi Bidik Tersangka Baru Kecelakaan Maut di Sumedang, Pihak PO Bus Diduga Lalai

Polisi menilai ada kelalaian yang dilakukan PO Bus dalam kecelakaan maut di Sumedang.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
hilman kamaludin/tribun jabar
Bangkai Bus pariwisata Sri Padma Kencana yang mengalami kecelakaan maut masuk jurang di Tanjakan Cae Sumedang, Rabu (10/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Proses penyidikan kasus kecelakaan maut di Sumedang yang melibatkan bus Sri Padma Kencana saat ini memasuki babak baru.

Seperti diketahui kecelakaan maut tersebut terjadi di Tanjakan Cae, Jalan Raya Malangbong-Wado, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.

Setelah polisi menetapkan sopir dan kernet bus, kini proses penyidikan sudah mengarah ke Perusahaan Otobus (PO) karena dipastikan ada faktor kelalaian dalam kecelakaan tersebut.

Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, mengatakan, meski sudah ada dua tersangka, tapi penyidikan terkait kasus kecelakaan itu hingga saat ini masih terus berproses.

Baca juga: Gempa Baru Saja Melanda Bantul Yogyakarta, Pusatnya Tipis-tipis Antara di Darat dan Pantai

Baca juga: Lucky Hakim Diprotes Pengungsi Kilang Pertamina Balongan Terbakar, Warga Ancam Jalan Kaki ke Pendopo

"Seperti diketahui kedua tersangka ini meninggal dunia. Adapun proses penyidikan saat ini mengarah ke pihak PO bus," ujarnya saat ditemui di Mapolres Sumedang, Rabu (30/3/2021).

Hal tersebut, kata Eko, karena kelalaian-kelalaian yang dilakukan oleh sopir dan kernet bus diketahui oleh pihak PO Bus Sri Padma Kencana.

"Demikian juga dengan halnya rambu dan kelas jalan yang dilewati oleh pengemudi," kata Eko.

Saat disunggung terkait tersangka baru, Eko juga mengatakan, kemungkinan besar akan mengarah ke pihak PO Bus tersebut.

"Karena ada kesalahan pada pengereman, maka (tersangka) mengarah ke PO Bus," ucapnya.

Sebelumnya, Eko mengatakan, sopir bus berinisial Y yang turut meninggal dunia dalam kejadian tersebut tidak menghiraukan keluhan penumpang bahwa sempat tercium bau, seperti karet terbakar.

"Pengemudi juga tidak melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan yang dikemudikannya," ujarnya.

Sementara untuk mekanik merangkap kernet bernisial D yang juga meninggal dunia dalam kecelakaan itu, kata Eko, melakukan penggantian kanvas rem roda belakang sebelah kanan.

Namun, kata Eko, berdasarkan hasil pemeriksaan agen tunggal pemilik merk (ATPM) terdapat kesalahan dalam memasang shock brake chamber atau ruang dari pengereman.

"Dalam sistem rem angin, ketika pedal rem diinjak, itu udara yang bertekanan akan mengalir ke chamber ini dan akan merubahnya menjadi energi mekanis," kata Eko.

Atas hal tersebut, ucap Eko, akibat kesalahan pemasangan dari shock brake chamber ini, menyebabkan kanvas rem pada bus tersebut tidak berfungsi.

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta 30 Maret 2021 Malam Ini, Kebohongan Elsa dan Mama Sarah akan Diketahui?

Baca juga: Pose Istri Rizki DA, Nadya Mustika yang Hamil Besar Bikin Heboh, Dhini Aminarti: Neng Kapan Lahiran?

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved