Breaking News:

Coffee Break

Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Lawan Terus Rasialisme

SEORANG teman asal Jawa Tengah yang pernah bertugas di Jayapura, Papua, menuturkan sekelumit kisah berikut ini.

Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Lawan Terus Rasialisme
istimewa
Hermawan Aksan, Wartawan Tribun Jabar

Mereka kerap dianggap bodoh dan dikaitkan dengan peredaran narkoba serta terlibat dunia kriminal. Penilaian-penilaian itulah yang meletakkan orang kulit putih menjadi tinggi.

Di lapangan hijau, kasus-kasus rasialis boleh dikatakan tak pernah hilang.

Di liga-liga Eropa, banyak sekali bintang yang menjadi sasaran. Sebut saja Mario Balotelli, Samuel Eto’o, Thierry Henry, Romelu Lukaku, dan Mesut Oezil—tidak semuanya berkulit hitam.

Namun, mereka selalu tangguh meskipun tiap saat menjadi sasaran tindakan rasialis dari penonton.

Cara mereka merespons tindakan penonton pun mengagumkan.

Eto’o, misalnya, pernah mengatakan, “Saya adalah orang yang berkulit hitam dan jika seseorang membayar tiket cuma untuk mengejek saya seperti monyet, maka saya akan bertindak seperti monyet.”

Patrich Wanggai, korban rasialisme oknum warganet setelah laga PSM vs Persija, juga bersikap profesional dan menanggapi tindakan rasialis itu dengan tegar.

Ia kemudian mendapat banyak dukungan dari warganet lainnya.

Kita, orang-orang waras, memang harus terus melawan rasialisme. (*)

Penulis: Hermawan Aksan
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved