Breaking News:

Warga Desa Ini Mengaku Stres, Pagi Bersihkan Sisa Banjir, Pulang Kerja Rumah Kembali Terendam Air

Banjir terus menerus dialami daerah ini hingga membuat stres karena pagi sudah bersihkan sisa banjir tapi usai pulang kerja rumah terendam air

Pemukiman warga di Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu yang terendam banjir kiriman Sungai Cimanuk, Jumat (26/3/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Banjir akibat luapan Sungai Cimanuk masih menghantui warga di Kabupaten Indramayu. Salah satunya di Desa Babadan, Kecamatan Sindang, di sana warga dikagetkan dengan luapan air yang merendam pemukiman hingga setinggi 70-80 centimeter.

Salah seorang warga, Atun (41) mengatakan, padahal pada pagi hari tadi, ia sudah membersihkan rumah sisa banjir pada hari kemarin.

Baca juga: Larangan Mudik, Daerah Ini Larang Warga di Luar Wilayahnya Datang Saat Lebaran

"Pagi-pagi tuh sudah beres-beres sudah apa, ditinggal kerja, sekarang malah kerendam banjir lagi," katanya kepada Tribuncirebon.com, Jumat (26/3/2021) sore.

Banjir tersebut disampaikan Atun mulai datang pada pukul 14.00 WIB dan masih terus meninggi.

Baca juga: Larangan Mudik, Jangan Coba Sembunyi-sembunyi di Truk Sayur, Ridwan Kamil Ingatkan Soal Razia

Atun yang pada saat itu sedang bekerja di tempat pengupasan udang tidak jauh dari kediamannya pun mengaku langsung buru-buru pulang.

Ia bergegas menyelamatkan barang agar tidak rusak terendam banjir.

Baca juga: Jelang Sore, Banjir Kiriman Sungai Cimanuk Rendam Permukiman Warga di Indramayu, Padahal Tak Hujan

Banjir yang menerjang pemukiman warga ini, disampaikan Atun membuat warga stres karena terus datang setiap waktu.

Aktivitas warga di desa setempat pun lumpuh, Atun menceritakan, jangankan untuk bekerja. Ia bahkan kebingungan untuk tinggal dimana nanti malam.

Baca juga: Innalillahi, Kakak Ungkap Kronologi Ade Londok Sampai Kritis, Dokter Katakan 3 Kemungkinan Terburuk

Kemungkinan bila banjir tidak kunjung surut, ia bersama dua anaknya akan mengungsi ke rumah saudara.

"Lihat nanti, kalau tidur bisa sih ada tempat tidur, tapi kalau tambah tinggi kemungkinan ngungsi dulu ke rumah saudara dulu. Di rumah ada saya sama dua anak, kalau suami lagi di laut," katanya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved