Breaking News:

Rumahnya Mau Dieksekusi, Warga di Cianjur Ini Curhat Mohon Keringanan Saat Ini Masa Sulit Covid-19

Sebanyak 17 kepala keluarga yang menempati bangunan di lahan Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur

tribunjabar/ferri amiril mukminin
Rumahnya Mau Dieksekusi, Warga di Cianjur Ini Curhat Mohon Keringanan Saat Ini Masa Sulit Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak 17 kepala keluarga yang menempati bangunan di lahan Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur diminta untuk mengosongkan lahan pada akhir bulan ini oleh pemerintah desa.

Setelah diadakan pertemuan di balai desa, Rabu (24/3/2021), warga meminta keringanan waktu pindah karena suasana sedang covid-19 dan menghadapi bulan puasa.

Seorang warga yang menempati lahan desa, Winarti (60) warag Kampung Ciptaharja Desa Bobojong, Kecamatan Mande, mengatakan, saat ini ia belum siap pindah karena usaha sedang sulit dan belum memilik tempat pindah lokasi baru.

"Dulu saya sewa 70 meter untuk usaha, dulu saya bayar Rp 200 ribu perbulan," kata Winarti ditemui di Kampung Ciptaharja.

Baca juga: Ini Lima Pelanggaran yang Terdeteksi Kamera Pengawas Tilang Elektronik di Kota Cirebon

Ia mengatakan, rata-rata warga mengontrak tanah mulai dari tahun 2002, beberapa warga sudah mendirikan bangunan untuk rumah bukan warung lagi di pinggir jalan.

"Hasil pertemuan tadi lahan harus dikosongkan tanggal 31 Maret. Kalau bisa jangan sampai karena saat ini sedang covid, kenapa harus setega itu dibongkar, kami lagi susah belum tahu harus kemana pindah," kata Winarti.

Menurutnya, momen memberatkan kalau harus pindah saat ini karena menghadapi puasa apalagi usaha sedang tidak bagus.

Winarti mendengar bahwa kawasan lahan yang dihuni oleh belasan warga kabarnya mau dibangun kantor Desa Bobojong, lahan parkir, dan aula desa.

Baca juga: Starting Line Up Persib Tergantung Hasil Tes Antigen, Banyak Pemain Senior yang Bisa Jadi Kapten

"Tadi saya dengar mau kumpul lagi mencari jalan pemecahannya seperti apa, katanya empat hari lagi mau kumpul," katanya.

Warga berharap pemberitahuan untuk mengosongkan lahan tidak mendadak karena ia mendengar anggaran untuk membangun desa juga belum turun.

Warga menyebut surat perintah pengosongan sudah datang tiga kali, namun beberapa warga tak ikut pertemuan karena tujuan si surat tersebut kosong dan tak jelas ditujukan untuk siapa.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved