Penanganan Virus Corona

Kejar Target Vaksinasi 1 Juta Orang Per Hari, Bulan Depan, Vaksinasi Covid Bisa di Masjid

JK mengatakan, vaksinasi di masjid dilakukan agar target vaksinasi 1 juta orang per hari bisa tercapai.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
ILUSTRASI - Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi pelayan publik di Asia Plaza Sumedang, Senin (22/3/2021). 

TRIBUNJABAR.ID - Vaksinasi Covid-19 bisa dilakukan di masjid mulai bulan depan. Ketua Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menegaskan hal itu dalam acara pelantikan dan rakernas DMI Nusa Tenggara Barat (NTB), di Mataram, Selasa (23/3/2021).

Namun, ujar JK, tentu tak semua masjid, melainkan hanya di masjid-masjid yang dianggap memenuhi syarat untuk dilakukan vaksinasi.

"Di masjid yang besar dan mempunyai fasilitas dan perlengkapan yang baik, seperti aula, selasar, halaman yang luas dan ruangan yang bisa dipakai untuk vaksin," jelas JK.

Baca juga: Detik-detik Gisel Tatap Muka dengan Nobu, Tak Canggung Meski Dulu Berhubungan, Ini Percakapannya

JK mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan antara DMI dengan Kementerian Kesehatan.

“Dua malam lalu saya baru melaksanakan persetujuan dengan menteri kesehatan bahwa mulai bulan depan vaksin akan diadakan di masjid," ucap JK.

JK mengatakan, vaksinasi di masjid dilakukan agar target vaksinasi 1 juta orang per hari bisa tercapai. Target tersebut, ujar JK, tak akan tercapai jika vaksinasi hanya dilakukan di pusat-pusat kota.

"Karena itu dibutuhkan ribuan tempat untuk menjadi lokasi vaksinasi dan tempat yang paling strategis adalah masjid," ujarnya.

Perubahan

Masih terkait vaksinasi, kebijakan baru kembali diberlakukan pemerintah, belum lama ini.

Kementerian Kesehatan memutuskan penambahan interval atau jeda waktu penyuntikan vaksin Sinovac dosis pertama dengan dosis kedua menjadi 28 hari untuk orang dewasa maupun lansia. Padahal sebelumnya, jarak antara kedua penyuntikan tersebut berjarak 14 hari.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan keputusan itu tentu sudah dipertimbangkan dengan sangat matang oleh pemerintah.

Oleh karena itu, kata Emil, masyarakat tidak perlu bingung atau khawatir. Masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama,  tinggal menjalani arahan sesuai SMS atau kanal lain yang mereka terima.

Baca juga: Manchester United Bisa Pecat Ole Gunnar Solskjaer, Mantan Pemain Liverpool Sebut Alasannya

"Ikuti saja sesuai panggilan. Itu pasti keputusan medis. Karena jenis vaksin kan beda-beda, tumbuhnya antibodi juga beda-beda. Ada yang tumbuh 14 hari, ada yang tumbuhnya 28 hari, juga ada," kata Gubernur Jawa Barat tersebut di Bandung, Selasa (23/32021).

Menyusul keputusan tersebut, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, menegaskan akan melakukan penyesuaian mengikut SE terbaru dari Dirjen P2P Kemenkes.

Ia mendorong pemerintah kota dan kabupaten untuk menyiapkan fasilitas kesehatan seperti puskesmas untuk melayani pemberian vaksinasi dosis pertama dan kedua.

Baca juga: Detik-detik Gisel Tatap Muka dengan Nobu, Tak Canggung Meski Dulu Berhubungan, Ini Percakapannya

Peserta vaksinasi massal akan diupayakan untuk kembali mendapatkan suntikan dosis kedua secara massal, atau melakukannya sendiri-sendiri di setiap fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk dan diinformasikan.

"Nanti dikasih tahu kalau sudah dekat ke waktu penyuntikan," katanya.

(tribun network/syarif abdussalam/fahdi/yud)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved