Breaking News:

Lakukan Tes Rapid Antigen, Dua Guru di SMKN 1 Kadipaten Majalengka Reaktif, Sekolah Lockdown

Sebanyak dua guru di SMKN 1 Kadipaten, Kabupaten Majalengka dinyatakan reaktif usai menjalani tes rapid antigen.

Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Petugas PMI Majalengka melakukan penyemprotan disinfektan di ruang-ruang kelas SMKN 1 Kadipaten Majalengka usai ada dua guru reaktif. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Sebanyak dua guru di SMKN 1 Kadipaten, Kabupaten Majalengka dinyatakan reaktif usai menjalani tes rapid antigen.

Diketahui, dilakukannya rapid tes antigen sendiri, dikarenakan sekolah tersebut tengah menjalani ujian kompetensi bagi para siswa.

Ketua Satgas SMKN 1 Kadipaten Majalengka, Arsadi mengatakan sebanyak 11 guru, baik eksternal maupun internal, telah menjalani tes rapid antigen.

Yang dimaksud guru eksternal sendiri, yakni para penguji yang didatangkan dari luar sekolah.

"Kemarin, baru satu hari kita menjalani ujian kompetensi bagi para siswa kelas XII kurang lebih di bawah 50 orang. Tapi karena ada dua guru reaktif, kami langsung ambil keputusan untuk ujian di rumah," ujar Arsadi kepada Tribun, Selasa (23/3/2021).

Ia menjelaskan, ujian kompetensi yang akhirnya dilakukan di rumah merupakan keputusan bersama yang diambil demi mengantisipasi dugaan virus Corona di lingkungan sekolah.

Sementara, mulai hari ini dipastikan kegiatan sekolah bagi para siswa maupun lainnya ditiadakan atau lockdown.

Baca juga: Kang Uu Pilih Mobil Listrik Hyundai Ioniq buat Keliling Jabar, Cukup Tiga Jam Charge Pergi ke Tasik

"Mulai hari ini tanggal 23 Maret 2021 sekolah bakal ditutup sampai tanggal 5 April 2021 untuk kegiatan siswa, guru maupun pelayanan publik," ucapnya.

Untuk mencegah terjadinya klaster sekolah dengan adanya dua guru reaktif, pihaknya bekerjasama sama dengan PMI Majalengka melakukan penyemprotan disinfektan.

Seluruh sudut-sudut sekolah, ruangan dan fasilitas belajar disemprot.

Sementara ia menepis anggapan, bahwa reaktifnya dua guru hasil rapid tes antigen berasal dari meninggalnya Kepala Sekolah yang dinyatakan positif Covid-19.

Ia menyebut, sudah sejak satu bulan setengah yang lalu, pimpinannya sudah tidak kembali ke sekolah.

Baca juga: Persib Bandung vs Bali United Live Indosiar - Ezra Walian Tak Sabar Tampil di Piala Menpora 2021

Yang bersangkutan selama itu menjalani perawatan di berbagai rumah sakit atas penyakit yang dideritanya.

"Kepala Sekolah sudah tidak ada kontak dengan sekolah, jadi bersih. Kepala Sekolah memang meninggal dunia kemarin, tapi tidak ada hubungannya dengan kejadian di sekolah (dua guru reaktif). Sehingga, jika ada yang menghubungkan kejadian di sekolah dengan meninggalnya Kepala Sekolah akibat Covid-19 itu tidak benar," jelas dia.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved