Breaking News:

Tips Melakukan Pengecekan Sepeda Motor Setelah Menerjang Banjir

Terkadang Pengendara mengabaikan kondisi motor setelah menerjang banjir, karena kebetulan motor tidak bermasalah. Hati-hati dengan kondisi tersebut

Istimewa

Diawal tahun 2021 hingga kini curah hujan di Indonesia sedang tinggi, dibeberapa daerah terutama perkotaan system drainase mengalami kendala atau tidak berjalan semestinya. Sehingga dijalan dan tempat tinggal kamu terjadi banjir, terpaksa motor menerjang banjir saat beraktifitas sehari-hari. Dan akibatnya membahayakan kondisi mesin motor, bahkan sampai mogok ditengah genangan banjir.

Terkadang Pengendara mengabaikan kondisi motor setelah menerjang banjir, karena kebetulan motor tidak bermasalah. Hati-hati dengan kondisi tersebut
Kita tidak tahu didalam mesin terdapat air yang masuk kedalam atau tidak. Baiknya kita pastikan komponen – komponen penting dimesin agar tidak terjadi kerusakan berat dimesin. Berikut tips pengecekan motor setelah menerjang banjir :

Oli Mesin
Sangat Penting mengecek oli mesin setelah melewati genangan banjir, cek melalui dipstick oli. Cek warna oli motor kamu, jika berwarna cokelat bahkan sampai berwarna putih segera mungkin kuras oli mesin dan ganti dengan yang baru.

Oli Gear / Gardan
Ini khusus untuk motor matic, cek juga oli gear motor kamu seperti oli mesin jika berwarna cokelat bahkan sampai berwarna putih secepatnya diganti. Karena kemungkinan besar bagian ini lebih mudah kemasukan air.

Busi, Tutup Busi dan Coil
Jika Banjir ketinggian airnya terlalu tinggi air akan merusak ke komponen ini, akan terasa jika motor kamu tidak stabil langsamnya dan terasa brebet saat digas.

Filter Udara
Seperti halnya oli, filter udara akan terkena air jika anda paksakan menerjang banjir, akibatnya motor terasa tersendat. Cek filter udara bila perlu ganti jika basah.

CVT
Kebanyakan pengendara pengguna motor matic akan mengabaikan bagian ini setelah menerjang banjir, karena mereka menganggap tidak adanya gejala sama sekali setelah menerjang banjir. Padahal pada bagian CVT ini, terdapat komponen – komponen yang anti terhadap air, seperti V-belt, kampas otomatis dan pulley-pulley. Meski tidak akan menimbulkan masalah secara langsung. Namun, bila dibiarkan dan tidak dicek, hal ini akan menyebabkan bunyi tidak normal dan getaran tidak normal mengakibatkan performa motor menurun ke depannya.

Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved