Breaking News:

Simulator Balap Mobil Masih Kurang Peminat, Prospek Bisnis Menjanjikan, Masih Dianggap Game Biasa

SIM Racing (simulator balap mobil) menjadi lahan baru untuk berbisnis. Meski di Bandung masih belum berkembang, prospeknya sangat menjanjikan.

TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL
Lukman Permana memainkan simulator balap di tempat penyewaan simulator balap di Ganesha Café, Jalan Katamso, Kamis (18/3/2021) 

SIM Racing (simulator balap mobil) menjadi lahan baru untuk berbisnis. Meski di Bandung masih belum berkembang, prospeknya sangat menjanjikan.

Menurut Erwin Lewi (50), Kepala Divisi Digital Motosport Pengda Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat, belum banyak orang yang tahu simulator balap. 

"Kelihatannya menjanjikan. Cuma banyak orang yang tidak tahu. Jadi dianggapnya gim biasa," kata Erwin lewat sambungan suara WhatsApp, Sabtu (20/3).

Menurut Erwin,  simulator balap mobil bukan gim melainkan simulator. Orang, kata Erwin, memainkannya lebih realistis.

"Beda dengan main gim sekelas arcade, seperti Play Station," katanya.

Untuk memulai bisnis tersebut, orang bisa mengeluarkan modal Rp 20 juta -30 juta untuk satu unit simulator balap.

Dalam satu unit simulator balap tersebut terdiri dari monitor, personal computter (pc), setir, pedal kopling, rem, gas, jok, dan rig sebagai rangkanya.

Menurut Erwin, komponennya bisa dibeli satu-satu untuk kemudian dirakit sendiri.

"Pakai komputer biasa juga bisa. Rig-nya juga ada yang jualan di Bandung dan bisa juga bikin sendiri," katanya.

Namun, kata Erwin, sekarang kartu VGA sedang mahal. Lagi pula, katanya, barangnya sedang jarang.

Halaman
123
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved