Breaking News:

Setelah Diprovokasi Pria 65 Tahun, Satu Pria dan Satu Wanita Pimpin Dua Kelompok Rusak Kebun Teh

Sejumlah orang yang merusak 8.012 pohon teh milik PTPN VIII Papandayan, Cikajang, Kabupaten Garut

istimewa
Setelah Diprovokasi Pria 65 Tahun, Satu Pria dan Satu Wanita Pimpin Dua Kelompok Rusak Kebun Teh 

Laporan Kontributor Tribujabar.id, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sejumlah orang yang merusak 8.012 pohon teh milik PTPN VIII Papandayan, Cikajang, Kabupaten Garut berasal dari dua Kecamatan yakni Cikajang dan Cisurupan.

Kapolsek Cikajang AKP Amat Rahmat mengatakan pengrusakan ribuan pohon teh tersebut berawal dari provokasi seorang warga berinisial SD dan melibatkan 67 orang warga Kecamatan Cikajang dan Kecamatan Cisurupan.

"Masyarakat yang terlibat itu ND (45) cs dan saudari IS (45) cs. Saudara SD (65) memprovokasi kedua orang tersebut bahwa tanah perkebunan atau tanah negara bisa jadi milik masyarakat," katanya, Senin (22/03/2021).

ND merupakan warga Desa Cikandang Kecamatan Cikajang dan IS adalah warga Desa Sukawargi Kecamatan Cisurupan. 

Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Daihatsu Luxio Seruduk Truk, Sopir Luxio Tewas, Pengemudi Truk Kabur

Sementara SD merupakan warga Desa  Cipangramatan, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.

Polisi sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti.

Peristiwa pengrusakan tersebut mengakibatkan ribuan pohon teh produktif seluas dua hektare yang berada di Kebun Avdeling Cisaruni Blok Cikandang Satu rusak berat.

"Pohon teh dan pacul sudah diamankan (barang  bukti) tinggal nanti gergaji, golok belum karena kemarin waktu mediasi masih panas," katanya.

Amat menjelaskan hingga hari ini pihak PTPN VIII Papandayan belum melakukan laporan ke Polres.

"Untuk laporan jadinya besok sambil membawa surat-surat HGU-nya, langsung ke Polres Garut," ucapnya.

Baca juga: Dadang Subur si Dewa Kipas , Kalah tapi Tetap Dapat Duit Rp 100 Juta, Begini Katanya Setelah Keok

Setelah peristiwa tersebut Kapolsek Cikajang AKP Amat Rahmat sempat melakukan mediasi antara warga dan pihak perkebunan di Aula Desa Cikandang.

Dalam mediasi itu diketahui alasan sejumlah warga merusak perkebunan teh salah satunya keinginan untuk bertani namun tidak memiliki lahan.

Dari mediasi tersebut tidak membuahkan hasil sehingga Kapolsek Cikajang menyarankan kedua pihak menempuh jalur hukum.

Penulis: Sidqi Al Ghifari
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved