Jumat, 10 April 2026

Rendiana Awangga Berharap Kota Bandung Menjadi Daerah Zero Fire, Perlu Edukasi Masif

Rendiana Awangga berharap Kota Bandung bisa zero fire atau bebas kasus kebakaran dengan upaya sosialisasi dan edukasi yang masif kepada masyarakat.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Cipta Permana
Anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga (berkacamata), menyerahkan bantuan satu unit mesin pemadam kebakaran portabel kepada aparat kewilayahan dalam kegiatan reses di RW 09 Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Senin (22/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga berharap Kota Bandung bisa zero fire atau bebas kasus kebakaran dengan upaya sosialisasi dan edukasi yang masif kepada masyarakat mengenai pencegahan potensi kebakaran.  

"Untuk mewujudkan Bandung zero fire diperlukan adanya upaya penanggulangan kebakaran berbasis RW, di mana di setiap RW diharapkan terdapat satwankar (satuan relawan kebakaran) yang dapat menjadi bagian yang terintergrasi dalam melaksanakan penanggulanan kebakaran secara dini di wilayahnya masing-masing," ujar Awang dalam kegiatan reses di RW 09 Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, Senin (22/3/2021).

Menurutnya, dalam menangani sebuah bencana kebakaran, faktor kecepatan menjadi hal yang sangat krusial. Sebab, hal ini akan menentukan bagaimana dampak yang terjadi pasca-kebakaran. 

Respons time terkait kebakaran adalah 15 menit. Dari beberapa laporan yang saya dapatkan, pertumbuhan api yang sulit dikendalikan ketika berada di atas 10 menit. Sehingga 10 menit awal menjadi sangat menentukan. Sehingga perlu adanya upaya lain yang dapat melibatkan peran serta warga setempat dalam penanggulangan kebakaran," ucapnya.

Dalam kesempatan reses tersebut, selain memberikan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan bencana kebakaran, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kota Bandung itu pun menyerahkan bantuan. Bantuan tersebut berupa mesin pemadam kebakaran portabel kepada tokoh masyarakat setempat, untuk dapat dipergunakan saat dibutuhkan.

Baca juga: 6 Isu Strategis Masuk RPJMD Pangandaran, Bupati Jeje Pun Akan Studi Banding ke Empat Daerah

Baca juga: Suara Kekecewaan ISMPI karena Pemerintah Akan Impor Beras 1 Juta Ton Padahal Sedang Panen Raya

“Saya melihat mesin ini dapat bekerja sebagai city’s sprinkle layaknya gedung yang memilik sprinkle atau pemadam api otomatis. Yang dapat aktif pada saat awal terdeteksinya kebakaran. Mesin ini pun akan mempunyai fungsi yang sama apabila ditempatkan di berbagai titik Kota Bandung dengan cakupan yang luas, dan fleksibilitas akses, karena dapat masuk sampai ke pelosok gang di permukiman padat penduduk,” ujar pria yang akrab disapa Kang Awang tersebut.

Baca juga: Korban Kecelakaan Sepeda Motor di Majalaya yang Terbawa Arus Sungai Citarum Akhirnya Ditemukan

Awang pun mengaku akan berupaya membawa gagasan ini ke pemerintah kota agar dapat menjadi satu program Kota Bandung dalam mengurangi tingkat risiko kebakaran.

“Bandung zero fire mudah-mudahan dapat segera terwujud, dan harapan itu akan dimulai dari sini, di RW 09 Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Arcamanik,” katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved