Breaking News:

Masjid Terdampak Gempa di Mamuju Dibangun Kembali oleh Masjid Nusantara

Selain membangun baru bangunan masjid di Tapalang, YMN juga berencana membangun masjid-masjid yang rusak akibat gempa lainnya

Istimewa

MAMUJU, SULBAR : Yayasan Masjid Nusantara (YMN), lembaga filantropi yang bergerak pada kemakmuran masjid di pelosok Indonesia akan memulai pembangunan Masjid Nurussalam di Dusun Limbeng, Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (22/03/2021).

Masjid ini dibangun kembali setelah ambruk terdampak bencana gempa Sulbar pada Januari 2021 silam. Bangunan masjid permanen berukuran 16×16 meter itu rata dengan tanah, sementara warga menggunakan masjid darurat untuk ibadah.

“Kali ini Masjid Nusantara membangunkan kembali masjid yang rusak berat terdampak gempa, saat ini kondisinya rata dengan tanah hanya tersisa puing saja,” kata aktor Adhin Abdul Hakim mewakili YMN saat prosesi peletakan batu pertama pembangunan masjid.

YMN02
YMN02 (Istimewa)

Bangunan masjid yang akan dibangun YMN memiliki desain bangunan masjid ramah gempa. Pembangunan ini diharapkan sudah rampung sebelum bulan Ramadhan mendatang agar digunakan jamaah untuk tarawih dan sholat Ied.

“Sekarang masyarakat disini masih menggunakan masjid darurat yang dibangun secara swadaya. Harapannya pembangunan masjid ini nantinya bisa selesai dengan tenggat waktu yang singkat sehingga bisa digunakan ibadah warga saat Ramadhan,” katanya.

Pemeran film "Hayya: The Power of Love" itu melanjutkan, selain membangun baru bangunan masjid di Tapalang, YMN juga berencana membangun masjid-masjid yang rusak akibat gempa lainnya.

YMN03
YMN03 (Istimewa)
YMN04
YMN04 (Istimewa)

Untuk itu, ia berharap dukungan dari masyarakat luas agar warga terdampak gempa yang kini kehilangan masjid bisa kembali beribadah dengan yang layak.
"Bantu saya untuk wujudkan mimpi saudara2 kita di sini menghadirkan kembali masjid yang rusak bersama Masjid Nusantara, yuk kita pasti bisa," pungkasnya.

Di tempat sama, Imam masjid Nurussalam, Suwardi menuturkan, masjid ini menjadi satu dari ratusan bangunan masjid yang ambruk akibat gempa di Mamuju-Majene. Bangunan masjid permanen seluas 16×16 meter ambruk secara bertahap dalam 2 pekan pasca gempa terbesar 6,2 magnitudo 15 Januari 2021.

“Masjid Nurussalam menjadi pusat peribadahan warga desa Takandeang, letaknya berada di pinggir jalan poros Majene-Mamuju juga ramai didatangi pengendara. Akibat gempa bangunan rusak tidak bisa lagi digunakan,” ucap Suwardi.

Beberapa pekan setelah gempa, warga secara swadaya mendirikan masjid darurat di seberang lokasi masjid Nurussalam, namun masih berupa material seng dan hanya digunakan salat jamaah saja. Sementara kegiatan pengajian rutin dan anak-anak tidak berjalan.

“Selama ini masih pakai masjid darurat, kami ingin bangun lagi permanen tetapi rumah warga saja masih banyak yang rusak, penghasilan juga terganggu,” sebutnya.
Suwardi mewakili masyarakat Takandeang menyampaikan rasa terima kasihnya pada YMN yang telah membangun kembali masjid Nurussalam. Ia berharap masjid baru sudah dapat digunakan warga pada bulan ramadan nanti.

“Terima kasih banyak warga sangat senang, Insha Alloh warga siap membantu dalam proses pembangunannya,” katanya.

Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved