Breaking News:

Muffest 2021

Bisnis Fesyen Muslim Kembali Bangkit Melalui Muffest 2021, Bisa Diakses Secara Streaming

Berkomitmen untuk tetap menggaungkan kampanye sustainable fashion, Muffest 2021 mengajak para desainer dan jenama untuk tidak membuat koleksi baru.

ISTIMEWA
Peragaan busana di ajang Muslim Fashion Festival 2021 yang berlangsung secara virtual. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berkomitmen untuk tetap menggaungkan kampanye sustainable fashion, Muffest 2021 mengajak para desainer dan jenama untuk tidak membuat koleksi baru.

Gelaran Muffest tahun ini memanfaatkan koleksi yang telah dibuat sebelum atau selama pandemi.

Lalu para fashion designer memberikan sentuhan baru sesuai dengan perkembangan tren dan kebutuhan pasar terkini.

Baca juga: Masih Ingat Kenneth William yang Tiktokan Sebut Masjid Putar Lagu Dugem? Dia Dihukum 7 Bulan Penjara

Baca juga: VIDEO Pohon Miring Dikhawatirkan Tumbang di Jalan Banceuy Bandung

Melalui konsep ini harapannya adalah dapat menambah daya jual dan masa pakai suatu koleksi sehingga dapat kembali dipasarkan untuk keberlangsungan bisnis.

Para pelaku industri fesyen muslim pun menyambut baik Muffest 2021 sebagai salah satu solusi masalah yang dihadapi di masa pandemi.

Fashion designer Deden Siswanto mengatakan, di masa pandemi ini fashion designer dan pelaku usaha dituntut untuk dinamis agar bisnis dapat terus bergerak.

"Dengan berbagai cara, kami berusaha mencari celah, supaya usaha tetap berjalan. Kami harus berkreasi memberikan warna yang berbeda sesuai kebutuhan saat ini," ujar Deden Siswanto saat jumpa pers virtual, Kamis (18/3/2021).

Menurutnya, memang tidak mudah, perlu waktu dan proses.

Konferensi pers Muffest 2021
Konferensi pers Muffest 2021 (ISTIMEWA)

Namun, kehadiran Muffest, menurutnya, dapat memberikan kesempatan bagi para fashion designer untuk bisa bergerak, saling bantu, bersaing dengan sehat, dan saling mempromosikan.

Fashion designer Itang Yunasz mengatakan, Muffest menjadi salah satu agenda fesyen tahunan sebelum memasuki bulan Ramadan dan Idulfitri.

Menurut Itang, di Indonesia, kekuatan bisnis sandang muncul saat festival Ramadan dan Idulfitri karena banyak yang membutuhkan pakaian baru.

Halaman
12
Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved