Breaking News:

Bocah 6 Tahun Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi, Komnas Perlindungan Anak Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Polres Sukabumi yang bergerak cepat mengatasi kasus tersebut.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUN JABAR/M RIZAL JALALUDIN
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengecam keras tindakan yang tak berprikemanusiaan yang dilakukan seorang ibu inisial SS (41), warga Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terhadap anak tirinya yang berusia 6 tahun. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengecam keras tindakan yang tak berprikemanusiaan yang dilakukan seorang ibu inisial SS (41), warga Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terhadap anak tirinya yang berusia 6 tahun.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Polres Sukabumi yang bergerak cepat mengatasi kasus tersebut.

"Komnas PA mengecam kasus SS ibu yang aniaya anak tirinya usia 6 tahun," ujar Arist via pesan singkat, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Presiden Jokowi Dukung Jabar Gunakan Gedung Besar untuk Percepat Vaksinasi

Baca juga: Sisa-sisa Kejayaan Rumah Makan di Jalur Pantura Indramayu, Tinggal Bangunan Kosong Terbengkalai

"Kekerasan fisik dalam bentuk penyiksaan dan penganiayaan yang dilakukan SS itu mengakibatkan bibir, leher, tangan, dan kaki sebelah kiri korban patah dan kaki sebelah kanan korban juga mengalami luka-luka akibat disiram air panas," katanya.

Ia menyebut, kekerasan fisik ini membuat anak cacat seumur hidup.

Pihaknya, kata Arist, mendesak Polres Sukabumi memberikan hukuman setimpal kepada SS.

"Mengingat kekerasan fisik mengakibatkan cacat seumur hidup, Komnas Perlindungan Anak mendesak Polres Sukabumi untuk menjerat pelaku dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penerapan PERPU No. 01 Tahun 2016 Jo UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun," ujarnya.

Arist menuturkan, Pemkab Sukabumi harus lebih giat membangun dan mencanangkan gerakan perlindungan anak berbasis keluarga.

"Dengan adanya kasus kekerasan fisik yang dialami AA, bocah 6 tahun, serta data-data kasus kekerasan fisik dan seksual terhadap anak terus meningkat dari tahun ke tahun, serta untuk aksi memutus mata rantai kekerasan terhadap anak, sudah saatnya pemerintah Kabupaten Sukabumi hadir untuk membangun dan atau mencanangkan gerakan perlindungan anak berbasis keluarga dan kampung dan di integrasi dengan program pemberdayaan anak dan perempuan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved