Abah Sarji Lihat Asap Hitam Keluar dari Makam yang Belum 7 Hari, Minta Ijin Mau ke Rumah Keluarga
Seorang kakek yang sudah berusia 102 tahun mengaku tak pernah mengenakan kaus dan bertelanjang dada dalam kehidupan sehari-harinya.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Ravianto
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Kisah unik terjadi di Kuningan.
Seorang kakek yang sudah berusia 102 tahun mengaku tak pernah mengenakan kaus dan bertelanjang dada dalam kehidupan sehari-harinya.
Padahal, kakek yang biasa dipanggil Abah Sarji ini tinggal di saung berukuran 2x2 meter di tengah Tempat Pemakaman Umum desa setempat.
Abah Sarji diketahui tinggal di Tempat Pemakaman Umum Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Abah Sarji mengaku tak pernah masuk angin gara-gara sering bertelanjang dada.
Saat ditemui di saungnya, ia sedang santai dengan tak mengenakan kaus.
Baca juga: Cerita Kakek 102 Tahun Pilih Tinggal di Tengah Pemakaman untuk Tebus Dosa, Sering Diganggu Hantu?
"Iya Abah gak pernah pakai kaus dan gak merasa dingin," ungkap Abah Sarji lagi.
Abah Sarji mengaku selama hidup di saung ini, tiap malam tidak lepas melaksanakan dzikir dan minta pengampunan dosa selama hidup.
"Iya kalau tiap malam, dzikir bebaca sebisa apa saja. Seperti Astagfirullah, La Ila Ha Illallah dan itu sekuatnya," kata Abah Sarji.
Menyinggung soal arwah gentayangan, kata dia, banyak ditemukan pada makam yang belum tujuh hari dan ketika ditemukan arwah muncul di luar pemakaman baru, itu biasanya memberikan isyarat alias mewanti-wanti kepada yang hidup.
"Abah melihat kepulan asap hitam pekat keluar dari makam dan seolah izin mau ke rumah keluarganya tersebut. Nah, anehnya pada pagi hari lubang di makam yang diketahui sebagi titik keluar asap tadi malam, malah tidak sama sekali," katanya.
Baca juga: Jadwal Lengkap Persib Bandung di Piala Menpora 2021, Pertama Lawan Bali United, Jam Berapa?
Baca juga: Latihan Persib Bandung, Ezra Walian Antusias, Dapat Pujian dari Pelatih Robert Alberts
Abah Sarji mengungkap tidak bosen memberikan pesan kepada siapapun yang masih hidup untuk banyak beribadah, karena usia alam sudah tua dan banyak kerusakan alam oleh ulah tangan manusia.
"Siapa yang datang ke saung, Abah suka berpesan untuk meningkatkan ibadah. Kemudian yang sering datang itu pak Kesra kadang suka kasih Abah roko," ujarnya.
Selama hidup di dekat makam, Abah Sarji mengaku tidak pernah masuk angin atau mengalami kesakitan pada raganya.
"Iya tidak pernah masuk angin dan biasa saja. Usia 102 tahun semua masih normal, tapi kaki saja merasa tak kuat jalan dan kalau mau ke air suka ngesot serta jalan juga pakai tongkat," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/abah-sarji-tinggal-di-saung-dekat-tpu.jpg)