Breaking News:

Pengeboran Panas Bumi Gunung Tampomas Jadi Pembangkit Listrik Masih Tahap Survei, Cari Titik Tepat

Bupati mengatakan ekspoloitasi panas bumi jadi tenaga listrik mungkin akan berjalan lima tahun yang akan datang.

Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Pemandangan Gunung Tampomas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, memastikan eksploitasi energi panas bumi di Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang untuk dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) membutuhkan waktu yang lama.

Dony mengatakan, untuk pengembangan potensi panas bumi tersebut, saat ini masih dalam tahap sosialisasi, sedangkan untuk tahap pengeboran masih dalam tahapan survei titik yang paling tepat.

"Masih ada beberapa tahapan, jadi untuk ke eksploitasinya lama banget. Untuk pengeboran awal saja masih mencari di mana cocoknya," ujarnya saat ditemui di Gedung Negara, Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Abah Sarji, Usia 102 Tahun, Tinggal di Kuburan Kuningan, Tebus Dosa, Sering Lihat Arwah Gentayangan

Baca juga: Gempa Terkini di Indonesia, Sore Tadi Mengguncang Kaimana Papua, Magnitudo 5,3 Berpusat di Laut

Baca juga: Sosok Wanita Bergaun Merah di Video Syur Berdurasi 3 Menit 18 Detik Made In Bogor, Bikin Penasaran

Dony meminta agar masyarakat jangan berpikir lebih jauh bahwa pengeboran awal ini sudah masuk ke tahap eksploitasi karena saat ini masih tahap survei.

"Terkait pengeboran hanya contoh saja, jadi di mana cocoknya, bukan eksploitasi tapi untuk survei atau nyari titik di mana yang pasnya," kata Dony.

Untuk itu, pihaknya juga belum bisa memastikan, titik mana saja yang akan dilakukan pengeboran untuk pengembangan energi panas bumi di Gunung Tampomas tersebut.

"Belum tentu di desa A, desa B, ini masih survei, tahapannya panjang, jangan berfikir (eksploitasi) tahun ini," ucapnya.

Dony mengatakan, karena tahapannya panjang, kemungkinan eksploitasi panas bumi ini baru bisa dilaksanakan pada 5 tahun ke depan karena untuk saat ini masih dalam tahap sosialisasi dan survei permukaan.

"Setelah itu baru eksploitasinya di tahun ke 5, itu pun kalau ini lancar," kata Dony.

Sebelumnya, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Harris, mengatakan, berdasarkan hasil studi Badan Geologi, wilayah Gunung Tampomas memiliki sumber daya panas bumi sebesar 100 Mega Watt (MW) dengan rencana pengembangan sebesar 55 MW.

"Ini tentunya merupakan upaya positif dari pemerintah guna mendukung ketersedian energi yang berasal dari panas bumi," ujarnya seusai sosialisasi Program Eksplorasi Panas Bumi Gunung Tampomas di Sapphire City Park Sumedang, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, akuisisi data atau survei permukaan panas bumi di wilayah Gunung Tampomas dalam rangka pembangunan PLTP Tampomas nantinya masuk pada bagian dari percepatan pengembangan proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.

Sementara untuk pelaksanaan program wilayah kerja pertambangan tampomas sendiri, kata dia, akan dilakukan pada tahun 2021 dan 2022 dengan meliputi kegiatan sosialisasi dan koordinasi.

"Hingga pengurusan perizinan seperti Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) - Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA), izin lokasi dan sebagainya," kata Haris.

Baca juga: Perjuangan Casinta, Gadis Bercadar di Indramayu Keliling Jualan Cilok, Sempat Dipandang Negatif

Baca juga: Mau Mudik ke Tasikmalaya Saat Lebaran Nanti? Ini yang Harus Dilakukan Kata Plt Wali Kota

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved