Breaking News:

Menyambut Ramadan, Pemkab Majalengka Jaga Kestabilan Harga Kebutuhan Bahan Pokok

Bupati berharap, selama di masa bulan ramadan maupun Idul Fitri nanti, kebutuhan pokok masyarakat Kabupaten Majalengka tetap tersedia dan terjangkau.

Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA- Menjelang menghadapi Bulan Ramadan, Pemerintah Kabupaten Majalengka tengah berusaha menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Hal ini merupakan bagian dari strategi pemulihan ekonomi yang digencarkan di seluruh daerah.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat bahwa strategi Pemulihan Ekonomi Daerah (PED) agar diefektifkan.

"Kemarin Gubernur Jawa Barat meminta kepada kepala daerah supaya PED diefektifkan. Karena semua daerah sudah mempunyai tim PED," ujar Karna saat diwawancarai, Kamis (18/3/2021).

Bupati menjelaskan, tim PED ini akan mengkaji segala kemungkinan yang akan dihadapi di masa pandemi.

Termasuk di saat bulan ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, karena kebutuhan utama adalah masalah pangan.

"Nanti kita akan mengkaji dan menghitung berapa banyak kebutuhan sembako masyarakat serta komoditas lainnya yang tidak boleh hilang di pasaran. Bahkan jangan sampai terjadi penimbunan dan terjadinya lonjakan harga yang sangat tinggi," ungkapnya.

Baca juga: Hengkang dari Persib Bandung, Klub Ini Jadi Pilihan Omid Nazari untuk Berlabuh, Kembali ke Filipina

Bupati berharap, selama di masa bulan ramadan maupun Idul Fitri nanti, kebutuhan pokok masyarakat Kabupaten Majalengka tetap tersedia dan terjangkau.

"Ada dan normal, ada dan wajar. Itu yang kita inginkan. Jangan sampai rakyat mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhannya itu atau tidak bisa menjangkau harganya," jelas dia.

Untuk mencegah persoalan tersebut, Pemkab Majalengka akan melakukan operasi pasar.

Begitu pun mengenai ketersediaan beras, untuk hal-hal emergency terkait kebutuhan masyarakat masih bisa teratasi oleh hasil produksi sektor pertanian lokal.

Baca juga: Apa yang Sebenarnya Terjadi, Tim Bulutangkis Indonesia Didepak dari All England, Ini Poin-poinnya

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved