Sabtu, 23 Mei 2026

IVENDO Siap Dilibatkan dalam Pulihkan Pariwisata Bali, Benahi Diri dan Siapkan Banyak Program

DPD IVENDO Bali menyatakan siap dilibatkan dan sudah menyiapkan berbagai program untuk mendukung kemungkinan dibukanya lagi pariwisata Bali Juli 2021.

Tayang:
Editor: Adi Sasono
IVENDO Bali
Hybrid Drive in Festival Bali Era Baru, Simulasi CHSE dalam penyelenggaraan Event di Kertalangu, Agustus 2020 

TRIBUNJABAR.ID - Pernyataan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan pembukaan pariwisata Bali pada Juli 2021 disambut baik Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO).

Meski Jokowi menyebut angka pertumbuhan Covid-19 yang terkendali sebagai prasyarat pembukaan itu, IVENDO menganggap pernyataan itu sebagai angin segar.

Dalam rilisnya, Kamis (18/3/2021), Grace Jeanie Ketua DPD IVENDO Bali mengatakan, kemungkinan pembukaan pariwisata pada Juli 2021 itu dianggap para pelaku penyelenggara kegiatan sebagai cambuk untuk terus berbenah dan merapatkan barisan.

"Apalagi saat ini perhatian pemerintah begitu besar untuk segera memulihkan pariwisata Pulau Dewata dengan melakukan berbagai langkah-langkah taktis seperti perluasan program vaksinasi, pengetatan penerapan prokes, bantuan stimulus industri yang besar dan lain-lain," kata Grace Jeanie.

Ia mengatakan, kerja besar ini bukan menjadi tanggung jawab pemerintah sendiri, tetapi harus mampu melibatkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkannya.

Hal inilah yang mendorong DPD IVENDO BALI untuk terus menggaungkan semangat Engage, Collaborate, Accelerate.

Dan untuk percepatan realisasi tesebut kami memberikan sumbangan pemikiran untuk pariwisata Bali;

1. Harus ada penerapan prokes yang bukan hanya etalase yg menyentuh semua sektor serta lapisan masyarakat di Bali serta sistem kontrol kuat.

Untuk percepatan, saat ini tidak cukup hanya sosialisasi tapi pelatihan secara massive dan terus menerus khususnya di industri pariwisata. Untuk itu kami siap dilibatkan.

Sebagai ilustrasi, untuk mendorong penerapan prokes, tahun 2020, DPD IVENDO Bali menginisiasi Pelatihan Tingkat Dasar Officer CHSE untuk anggota IVENDO dan MEDIA.

Saat ini DPD IVENDO Bali telah memiliki 40 orang yang bersertifikat Officer CHSE. Pun, saat ini, IVENDO telah memiliki Auditor CHSE dan Trainer setingkat ASEAN.

Pada tahun yang sama IVENDO telah membantu Pemda KEPRI untuk sosialisasi & pelatihan CHSE sebanyak 900 peserta selama hampir 1 bulan.

2. Persiapan Re-open border bisa diawali sebelumnya dengan melakukan simulasi semisal mengundang media asing dan perwakilan negara asing ke Bali dan melakukan publikasi serta promosi secara gencar untuk menunjukkan kesiapan Bali.

3. Untuk menggerakkan sektor UMKM, kami juga mengusulkan agar menggunakan produk UMKM sebagai produk souvenir kegiatan.

4. Untuk program-program percepatan yang strategis, IVENDO juga siap dilibatkan.

"Kami telah menyiapkan sejumlah usulan program sebagai persiapan re-open border. Mulai pelatihan CHSE officer, program integrasi konsep sistem pemasaran ekraf, Bali Travel Fair yang mengkombinasikan B2C dan B2B, pemasaran pariwisata Bali melalui program study from Bali, work from Bali, program Meet Bali dengan membawa potential buyers dari EO/PCO luar Bali untuk Bali, program health recovery from Bali, sehat bugar di Bali, Bali Virtual Run, hybrid drive in concert, sinema bawah langit, Bali photo hunting, Bali Visit Year 2022 dan lainnya," kata Grace Jeanie.

Sejatinya pelaku industri Penyelenggaraan Kegiatan (Event) seperti PCO, EO, WO & Promotor memiliki peran dan peluang yang besar dalam memberikan kontribusi bagi pemulihan pariwisata di Bali.

Sama strategisnya dengan industri penerbangan dan usaha biro perjalanan. Semuanya bersifat “menggerakkan” (mover). Oleh sebab itu terkait dana hibah untuk pariwisata, DPD IVENDO Bali mengharapkan pemerintah pusat dan daerah untuk juga memberikan stimulus kepada pelaku industri Penyelenggara Kegiatan (Event) di Bali.

Sebenarnya, kata Grace Jeanie, banyak sekali pekerjaan yang dapat diberikan kepada ribuan pekerja event yang saat ini jobless di Bali.

"Jangan berikan ikannya, tapi berikan kailnya. Buka ruang dan kesempatan yang lebih luas dan lebih merata untuk dapat mengakses dan memproduksi event-event di Bali. Tidak melulu menjadi sub-kontraktor dari EO-EO di pusat," katanya.

Menimbang likuiditas perusahaan yang tergerus saat masa tanggap darurat, DPD IVENDO Bali juga mengusulkan pemberlakuan pembayaran uang muka (Down Payment) sampai dengan 50% saat menangani pekerjaan di Kemenparekraf atau di K/L lain.

Atau, tutur Grace Jeanie, jika memungkinkan dapat dihubungkan dengan perbankan/lembaga keuangan yang dapat meminjamkan modal kerja dengan bunga kompetitif dengan jaminan SPK.

"Jika tidak, besar kemungkinan pelaku industri yang memiliki modal terbatas akan tergilas oleh PCO/EO besar," katanya.

Menimbang luasnya cakupan pekerjaan pemulihan pariwisata di Bali, kata Grace Jeanie, DPD IVENDO Bali menyatakan siap membantu dan dilibatkan.

Jika industri perhotelan dan transportasi bisa membantu akomodasi dan perjalanan para pekerja Kesehatan, maka pekerja Event dan Suppliers bisa dilibatkan untuk meng-organize kegiatannya.

"Kami bisa juga menyiapkan sarana prasarana seperti berbagai macam tenda, sound system, produksi panggung, video fotografo, live-streaming dan lain-lain yang pastinya dibutuhkan program ini," kata Grace Jeanie.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved