Breaking News:

VIDEO Menyusuri Hasil Program TNI Manunggal Membangun Desa di Kampung Terisolir Karawang

Kami berkumpul di pinggir pantai, tepatnya objek wisata Pantai Sedari, Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Jawa Barat. Dari google MAP

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi
 
TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG- Kami berkumpul di pinggir pantai, tepatnya objek wisata Pantai Sedari, Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Jawa Barat. Dari google MAP, pantai Sedari berjarak kurang lebih 50 kilometer dari pusat kota Karawang atau 1 jam 50 menit waktu yang harus ditempuh.
 
Tetapi itu bukan tempat tujuan perjalanan. Dari objek wisata Pantai Sedari, perjalanan akan dilanjutkan ke lokasi tujuan yakni Dusun Tanjungsari, Desa Sedari. 
 
Untuk menuju ke sana, hanya bisa menggunakan sepeda motor. Tak ada jalan aspal atau setapak. Hanya melintasi bibir pantai jalan penuh pasir, kalau air pasang maka terpaksa harus melewati pematang tambak atau melalui jalur laut.
Bersama pasukan Kodim 0604 Karawang, kami mencoba menyusuri hasil program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di salah satu kampung terisolir di Karawang. 
 
Di pimpin Komandan Kodim 0604 Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo, rombongan melaju belasan sepeda motornya menuju Dusun Tanjungsari.
 
Tak muda memang mengendarai sepeda motor di tepi pantai dengan jalan berpasir. Tak jarang, beberapa sepeda motor harus didorong karena roda tertahan pasir, bahkan hingga terjatuh. 
Persis sebelah kiri jalan adalah laut pantai utara, sebelah kanan jalan adalah tambak warga yang hanya terhalang oleh sebaris pohon bakau.
 
"Membawa bahan material untuk membangun, harus menggunakan sepeda motor. Tetapi kalau laut pasang kita membawanya dengan perahu," kata Medi kepada Tribun Jabar, Senin (15/3/2021).
 
Siapa yang menyangka Kabupaten Karawang, masih memiliki kampung terisolir. Sebuah kampung yang tak memiliki akses jalan. Orang hanya mengenal Karawang dengan pembangunan industri dan kota lumbung padi.
"Kita membangun posyandu di sini. Bangunan ini sangat penting untuk kesehatan masyarakat," katanya.
 
Untuk membantu alat-alat kesehatan, Medi akan mengumpulkan melalui bantuan sumbangan dari organasi istri-istri TNI (Persit)
 
Reni Galena Aulia (30) sang bidan desa, mengaku sangat bersyukur dengan adanya bangunan posyandu di wilayah Dusun Tanjungsari.
 
Ia menceritakan, memang masyarakat sangat memerlukan bangunan untuk fasilitas kesehatan. Sedikitnya ada 100 kepala keluarga. 
 
"Saya sejak tahun 2012 saya di sini. Memang akses yang menjadi kendala di sini. Kalau pantai tidak bisa di lewati, saya harus mengendarai motor di pematang tambak atau menggunakan perahu. Saya akan sangat bersyukur dengan adanya bangunan posyandu. Ini akan membantu untuk kegiatan kesehatan masyarakat," katanya.
Penulis: Cikwan Suwandi
Video Editor: Wahyudi Utomo
Penulis: Cikwan Suwandi
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved