Breaking News:

Kenali Bahaya Rokok Konvensional dan Elektrik

Merokok sudah terbukti secara medis bahwa merokok akan memberikan dampak membahayakan hampir bagi setiap organ tubuh dan menimbulkan banyak penyakit

istimewa
dr Ratih Dwi Ary Merdekawati Dokter Spesialis Paru di Santosa Hospital Bandung Kopo 

TRIBUNAJABAR.ID,- Di kalangan masyarakat masih banyak yang beranggapan merokok itu tidak berbahaya. Padahal sudah terbukti secara medis bahwa merokok akan memberikan dampak membahayakan hampir bagi setiap organ tubuh. Di antaranya, menimbulkan banyak penyakit, dan mengurangi kesehatan pada perokok aktif maupun pada perokok pasif.

Menurut dr Ratih Dwi Ary Merdekawati, Dokter Spesialis Paru di Santosa Hospital Bandung Kopo, seorang yang terpapar asap rokok sama berbahayanya mendapatkan resiko terpapar penyakit sebagaimana perokok aktif. Bahaya merokok bagi kesehatan tubuh yang mungkin dialami adalah penyakit kanker paru-paru, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit berbahaya lainnya.

dr Ratih Dwi Ary Merdekawati Dokter Spesialis Paru di Santosa Hospital Bandung Kopo
dr Ratih Dwi Ary Merdekawati Dokter Spesialis Paru di Santosa Hospital Bandung Kopo (istimewa)

Ratih menyebutkan bahwa banyak bahaya yang akan ditimbulkan dari kebiasan merokok, yaitu:

  1. Fertilitas/kesuburan. Bahaya merokok terhadap reproduksi dan kesuburan dapat meningkatkan risiko impotensi, kerusakan sperma, mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan kanker testis.
  2. Bau mulut dan kerusakan gigi. Bahaya merokok dapat menyebabkan penyakit gusi dan kerusakan indera perasa. Bahaya rokok paling serius adalah meningkatkan risiko mengembangkan kanker pada lidah, tenggorokan, dan bibir.
  3. Penuaan dini. Bahaya rokok dapat mengurangi jumlah oksigen ke kulit sehingga dapat mempercepat penuaan. Merokok di usia muda antara 10-20 tahun dapat menyebabkan kerutan di wajah, terutama di sekitar mata (kantung mata) dan mulut.
  4. Tulang rapuh. Bahaya rokok bagi kesehatan berkutnya dapat menyebabkan tulang cepat lemah dan rapuh. Terutama wanita perokok, 5-10% lebih mungkin untuk menderita osteoporosis.
  5. Penyakit pencernaan. Bahaya rokok dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker perut, resiko kanker ginjal, pankreas, dan kandung kemih.
  6. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Bahaya merokok bagi kesehatan dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik, seseorang sulit untuk bernapas. Tidak ada obat untuk penyakit ini dan belum ada cara untuk menyembuhkannya.
  7. Serangan jantung. Karbon monoksida dari rokok mengambil oksigen dalam darah dan menyebabkan risiko kolesterol mengendap di dinding arteri. Efek ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
  8. Rheumatoid arthritis. Radang sendi atau rheumatoid arhtritis adalah penyakit radang kronis yang menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan dan pada akhirnya menyebabkan tulang keropos dan kelainan bentuk sendi.
  9. Diabetes tipe 2. Bahaya merokok menyebabkan diabetes tipe 2 dan meningkatkan risiko komplikasi penyakit, termasuk menghambat aliran darah ke kaki. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi dan mengakibatkan amputasi kaki.
  10. Kanker Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada pria dan wanita, karena sangat sulit untuk diobati. Bahaya merokok bagi kesehatan menyebabkan berbagai kanker, karena asap rokok mengandung ribuan bahan kimia di dalamnya.

"Rokok dikatakan berbahaya karena di dalamnya lebih dari 4000 bahan kimia yang bisa menimbulkan efek negatif pada tubuh. Ratusan di antaranya merupakan zat beracun dan sekitar 70 bahan di dalamnya bersifat kanker," tutur Ratih.

Adapun zat yang paling berbahaya yang terkandung dalam rokok, diantaranya:

  1. Nikotin. Zat ini mengandung candu yang menyebabkan seseorang ketagihan untuk trus menghisap rokok. Nikotin merupakan zat yang bekerja sangat cepat dalam waktu 15 detik setelah dihirup dapat mecapai otak. Dampak negatif bagi tubuh manusia dapat merusak jaringan otak, mengakibatkan darah cepat membeku dan mengeraskan dinding arteri.
  2. Tar. Bahan dasar pembuatan aspal yang bisa menempel pada paru-paru dan dapat menimbulkan iritasi bahkan kanker. Dampak negatif bagi tubuh manusia meningkatkan produksi lendir diparu-paru, membunuh sel dalam saluran darah dan menyebabkan kanker paru-paru.
  3. Karbon Monoksida. Gas yang dapat menimbulkan penyakit jantung. Dampak negatif bagi tubuh manusia menghalangi transportasi dalam darah, mengikat hemoglobin, sehingga tubuh kekurangan oksigen.
  4. Zat Karsinogen. Pengaruh zat karsinogen bagi tubuh manusia yaitu memicu adanya pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.
  5. Zat Iritan. Pengaruh zat iritan bagi tubuh manusia yaitu dapat menyebabkan batuk dan mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru.

Dewasa ini, marak terjadi perokok beralih ke vaping (rokok elektrik) sebagai ganti rokok konvensional (rokok kretek/kertas) atau alternatif untuk mengurangi kecanduan rokok. Hal ini pun, menurut Ratih, sebagai langkah yang tidak tepat karena dalam rokok vaping pun terdapat berbagai kandungan zat yang bisa mengganggu kesehatan tubuh dan bahkan bisa menimbulkan Evali. Evali adalah istilah yang diberikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk penyakit paru berbahaya yang terkait dengan vaping.

Dalam rokok elektrik terdapat kandungan liquid yang berubah menjadi aerosol yang mengandung berbagai zat, seperti nikotin, cannabinoid (misalnya, tetrahydrocannabinol, cannabidiol), perasa, dan bahan tambahan (misalnya, gliserol, propilen glikol), vitamin E Asetat.
"Beberapa dokter dan peneliti menduga bahwa vitamin E asetat dan Tetrahidrocanabinol (THC) dalam rokok elektrik diduga kuat sebagai penyebab terbesar munculnya evali," ujarnya.

Adapun anggapan bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan dengan rokok biasa nyatanya, tidak sepenuhnya benar. Walaupun tidak menghasilkan asap berbahaya seperti rokok biasa, rokok elektrik tetap memiliki efek samping.

Beberapa efek samping dari rokok elektrik yang perlu diketahui :

  1. Meningkatkan risiko penyakit darah tinggi, diabetes, dan sakit jantung. Sebagian besar cairan yang dipakai untuk rokok elektrik mengandung zat nikotin. Beberapa kondisi yang dapat muncul akibat penggunaan nikotin dalam jangka panjang adalah naiknya tekanan darah dan denyut jantung, serta peningkatan risiko terkena resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
  2. Meningkatkan risiko kanker. Sebagian merek cairan untuk rokok elektrik mengandung formaldehida yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, beberapa bahan dasar cairan ini, seperti propelin glikol dan gliserol, juga bisa berubah menjadi formaldehida jika dipanaskan. Hal ini membuat penggunaan rokok elektrik dianggap dapat meningkatkan risiko munculnya kanker, seperti kanker paru-paru.
  3. Meningkatkan risiko kerusakan paru-paru. Aroma lezat yang dihasilkan oleh rokok elektrik berasal dari zat berbahaya yang bernama diasetil. Jika terhirup, zat ini akan menyebabkan peradangan serta kerusakan pada paru-paru, dan berisiko mengakibatkan penyakit bronchiolitis obliterans (paru-paru popcorn).
  4. Menurunkan daya ingat pada anak-anak. Rokok elektrik sangat populer digunakan di kalangan remaja dan dewasa muda. Beberapa penelitian sejauh ini mengungkapkan bahwa kandungan nikotin dalam rokok elektrik apabila digunakan dalam jangka panjang dapat mengganggu daya ingat dan konsentrasi, terutama bila pengguna rokok elektrik juga menggunakan rokok biasa, atau mengonsumsi alkohol dan narkoba.
  5. Menyebabkan kecanduan. Efek samping lain yang bisa ditimbulkan dari rokok elektrik adalah rasa kecanduan. Berhenti menggunakan rokok elektrik dapat membuat penggunanya mengalami stres, mudah marah, gelisah, dan sulit tidur .

Bahaya lainnya yang juga perlu diperhatikan, ada beberapa laporan yang menyatakan bahwa alat di dalam rokok elektrik dapat terbakar atau bahkan meledak bila beterainya terlalu panas.

Halaman
12
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved