Breaking News:

EREKSI Menjadi Efek Samping Langka Paparan Covid-19, Pria Ini Meninggal Setelah Mengalaminya 3 Jam

Ereksi menjadi efek samping yang dirasakan seosang pria terpapar covid-19. Kasus ini jarang terjadi.

AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19. Seorang pria mengalami ereksi menyakitkan selama tiga jam karena efek samping Covid-19. 

Namun pada saat itu, paru-paru pria itu terus memburuk dan tidak lama kemudian, ia meninggal karena komplikasi Covid-19.

Mengomentari laporan kasus tersebut, para ahli mengatakan bahwa seseorang dengan Covid-19 mungkin mengalami gejala yang disebut cytokine storm, di mana sistem kekebalan seseorang menjadi rusak dan menciptakan pembekuan darah yang dapat memengaruhi bagian tubuh mana pun.

Dalam sebuah artikel oleh Daily Mail, Dr Richard Viney, seorang ahli bedah urologi di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham, Inggris menyimpulkan bahwa kondisi itu mungkin menjelaskan priapisme sebagai salah satu efek samping Covid-19. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasien Covid-19 Meninggal Setelah 3 Jam Alami Ereksi Menyakitkan sebagai Efek Samping ", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2021/03/14/160552170/pasien-covid-19-meninggal-setelah-3-jam-alami-ereksi-menyakitkan-sebagai?page=all#page2.

Editor: Giri
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved