Breaking News:

Jenazah Pasien Covid-19 Dibawa Pakai Mobil Bak Terbuka, Keluarga Bawa Paksa, Tolak Pemakaman Prokes

Satu keluarga di Indramayu membawa paksa jenazah pasien Covid-19 dan mengangkutnya memakai mobil bak terbuka.

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Keluarga di Kabupaten Indramayu nekat membawa paksa jenazah pasien suspect Covid-19 dari rumah sakit.

Keluarga tidak berkenan jika pasien tersebut dimakamkan secara protokol kesehatan walau sudah dibujuk oleh pihak rumah sakit.

Kejadian itu diketahui terjadi di RSUD Indramayu pada Kamis (11/3/2021) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Baca juga: Biasanya Saat 27 Rajab Bus Antre Hingga 2 Kilometer, Semenjak Pandemi Wisata Ziarah Pamijahan Sepi

Baca juga: Hujan Es Landa Ciamis Bikin Atap Rumah seperti Disiram Kerikil, Warga sampai Panik

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara membenarkan peristiwa tersebut.

Pasien yang meninggal dunia itu diketahui merupakan perempuan berusia (42) warga Kecamatan Pasekan.

"Ceritanya, pasien dinyatakan suspect Covid-19, saat pasien meninggal hasil swabnya belum keluar, kemudian keluarga ingin membawa pasien itu tanpa menggunakan pemulasaraan sesuai protokol kesehatan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di ruangannya, Jumat (12/3/2021).

Deden Bonni Koswara menjelaskan, keluarga saat itu terus memaksa dan nekat membawa jenazah menggunakan mobil bak terbuka.

Hingga saat ini, Satgas Covid-19 masih menunggu hasil tes usap dari pasien yang bersangkutan.

Ia berharap, jenazah tidak positif Covid-19 sehingga tidak menimbulkan klaster baru akibat kejadian tersebut.

Dalam hal ini, ia menyampaikan, pemulasaraan menggunakan protokol kesehatan tidak hanya dilakukan kepada pasien positif Covid-19.

Untuk mengantisipasi terjadinya penularan, pasien suspect Covid-19 dan probabel pun jika mereka meninggal dunia dengan gejala mirip Covid-19 harus dimakamkan dengan protokol kesehatan.

"Kriteria yang harus melakukan pemulasaraan secara Covid-19 walau hasil swabnya belum keluar," ujar dia.

Baca juga: Keinginan Persib Sedikit Lagi Jadi Kenyataan, Striker yang Sedang Nego Kontrak Pamit dari Klub Lama

Baca juga: Satu Pesantren di Cisewu Garut Di-Lockdown, Ada Delapan Santri Positif Covid-19

Penulis: Handhika Rahman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved