Breaking News:

Gempa Bumi

Cara Mengukur Gempa Beda dengan Indonesia, Jepang Gunakan Skala JMA Sejak 130 Tahun Lalu

“SR digunakan untuk gempa bumi dengan kekuatan rendah atau di bawah 6, sedangkan M digunakan untuk gempa berkekuatan besar,”

kompas.com/ap/yoshizaku tsuno
Anak-anak sekolah dasar berlindung di bawah meja mereka saat latihan gempa di sebuah sekolah di Tokyo pada 1 September 2015 

TRIBUNJABAR.ID - Sering kita mendengar atau membaca ukuran kekuatan gempa menggunakan skala Richter (SR) atau skala magnitudo momen (moment magnitude scale)  yang satuannya sering disingkat M.

Skala Richter  didefinisikan sebagai logaritma (basis 10) dari amplitudo maksimum gempa, yang diukur dalam satuan mikrometer dari rekaman gempa pada alat seismometer.  Skala ini dibuat oleh Charles F Richter, Seismolog Amerika Serikat pada tahun 1935.

Contoh penggunaan skala Richter digunakan saat terjadi gempa dan tsunami dahysat di Aceh pada 26 Desember 2004 yang berkekuatan 9,1 SR.

Peta daerah terdampak Gempa Bumi Tohoku 2011 disertai skala Shindo
Peta daerah terdampak Gempa Bumi Tohoku 2011 disertai skala Shindo (wikipedia)

Sekarang ini skala Richter jarang digunakan lagi di Indonesia.  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak 2008  menggunakan moment magnitude scale untuk mengukur kekuatan gempa dengan satuan ukuran adalah magnitudo (M).

Skala M ini diperkenalkan pada tahun 1979 oleh Tom Hanks dan Hiroo Kanamori sebagai pengganti skala Richter. Para seismolog menggunakan skala ini untuk membandingkan energi yang dilepas oleh satu gempa bumi.

Baca juga: Benarkah Jepang Bisa Prediksi Gempa Bumi? Begini Penjelasan dari BMKG

Hal ini karena dalam skala Richter, kekuatan gempa diukur menggunakan amplitudo namun amplitudo itu tidak menggambarkan energi lengkap dari gempa.

Kota Rikuzentakata di Prefektur Iwate, Jepang yang rusak dihantam tsunami akibat gempa berkekuatan 9 SR pada 11 Maret 2011
Kota Rikuzentakata di Prefektur Iwate, Jepang yang rusak dihantam tsunami akibat gempa berkekuatan 9 SR pada 11 Maret 2011 (wikipedia)

Pada awal Agustus 2019,  Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dr Daryono, mengatakan kepada media,  ukuran SR dan M memang berbeda.

“SR digunakan untuk gempa bumi dengan kekuatan rendah atau di bawah 6, sedangkan M digunakan untuk gempa berkekuatan besar,” katanya

Baca juga: Gempa Terkini dan Corona Bikin Tantangan Korban Gempa Dahsyat Jepang 10 Tahun Lalu Makin Berat

Lalu bagaimana dengan perhitungan gempa di Jepang.  Saat Tribun Jabar diundang Foreign Press Center Japan (FPCJ) untuk menghadiri latihan penyelamatan bencana di Tokyo beberapa tahun silam, mesin simulasi guncangan gempa yang ditunjukkan kepada wartawan menunjukkan kekuatan guncangan pada angka 7.

Ternyata angka 7 itu menunjukkan skala guncangan tertinggi pada ukuran Japan Meteorological Agency  (JMA) atau Badan Meteorologi Jepang.

Petunjuk cara menyelamatkan diri dari bencana alam di Jepang. Booklet dalam Bahasa Inggris ini dibagikan bagi warga asing yang berkunjung ke Jepang
Petunjuk cara menyelamatkan diri dari bencana alam di Jepang. Booklet dalam Bahasa Inggris ini dibagikan bagi warga asing yang berkunjung ke Jepang (TribunJabar/Adityas Annas Azhari)
Halaman
12
Penulis: Adityas Annas Azhari
Editor: Adityas Annas Azhari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved