Breaking News:

Petugas Gabungan Setop Aktivitas Galian C di Purwakarta, 2 Orang dan Puluhan Dump Truk Diamankan

Tim gabungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Brimob Polri dan Sub Denpom III/3-4 Purwakarta

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ichsan
istimewa
Petugas Gabungan Setop Aktivitas Galian C di Purwakarta, 2 Orang dan Puluhan Dump Truk Diamankan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim gabungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Brimob Polri dan Sub Denpom III/3-4 Purwakarta menghentikan aktivitas penambangan galian C di dua tempat di Desa Sukajaya, Kabupaten Puwakarta, Jumat (12/3/2021).

Satu titik galian berupa tanah merah berada di Kampung Cilampahan seluas 18,7 hektare dan titik kedua di Kampung Citapen seluas 13,2 hektare. Aktivitas penambangan itu dihentikan karena tanpa mengantongi izin.

"Tim juga mengamankan dua orang penanggung jawab di dua lokasi. Yakni pria berinisial Ds (46) dan My (35). Lalu lima unit excavator dan 23 unit dump truk sebagai barang bukti," ujar Taqiudin selalu Kasubdit PPH Wilayah Jawa Bali pada Ditjen Gakkum KLHK via ponselnya, Jumat (12/3/2021).

Ia menerangkan, penyidik KLHK saat ini sedang melakukan penyelidikan kasus tersebut dan menjerat pelaku dengan Pasal 98 Ayat 1 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Baca juga: Menikmati Senja yang Merona di Sudut Gedebage Kota Bandung

Adapun ancaman pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama sepuluh tahun serta denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

“Kami akan menjerat pelaku dengan pidana berlapis serta mengembangkan dan mencari aktor intelektual dan para pelaku lain yang terlibat. Kejahatan lingkungan merupakan kejahatan luar biasa. Apabila ada oknum aparat yang turut bermain dalam kejahatan ini, kami tidak segan-segan menindak tegas sesuai peraturan," ujar Sustyo Iriyono selaku Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum KLHL, dalam keterangan tertulis.

Taqiudin menambahkan, saat ini, tim masih berada di lokasi untuk mengamankan barang bukti. Penindakan itu dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat.

"Izin lingkungan dan izin penambangan dari Dinas ESDM nya enggak ada, itu aktifitasnya ilegal. Saat kami cek, mereka sedang beraktifitas," ucap Taqiudin.

Baca juga: Dorong Transaksi Online, Mandiri Apresiasi Nasabah Melalui Program Undian Poin Mobile Banking

Kata dia, aktivitas penambangan itu berdampak pada kerusakan lingkungan dan  membahayakan kehidupan masyarakat di wilayah sekitarnya.

Sementara itu, Rasio Ridho Sani, Dirjen Penegakan Hukum KLHK dalam keterangan tertulisnya mengatakan KLHK tidak akan berhenti menindak tegas pelaku kejahatan lingkungan hidup, termasuk kejahatan tambang illegal yang menimbulkan kerusakan lingkungan.

Rasio juga  mengapresiasi dukungan penuh Polri dan TNI, serta masyarakat dalam operasi penindakan tambang ilegal menimbulkan dampak lingkungan di Sukatani.

“Penindakan ini harus menjadi peringatan bagi pelaku kejahatan lingkungan hidup dan
kehutanan lainnya. Kita tidak boleh membiarkan pelaku kejahatan tambang ilegal seperti ini mendapatkan keuntungan dan memperkaya diri atas penderitaan dan keselamatan masyarakat, kerugian negara, serta kerusakan lingkungan," ucap dia.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved