Breaking News:

Siap Dibangun, Lido Music & Arts Center, Terbesar di Indonesia, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Dorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Jawa Barat kini siap dibangun Lido Music & Arts Center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor

Istimewa / Humas Jabar
ilustrasi -Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau kawasan wisata Lido di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Rabu (15/7/20). Lido didorong menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata pertama di Jabar. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Jawa Barat di Lido, Kabupaten Bogor, diawali dengan peletakan batu pertama proyek Lido Music & Arts Center. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bisa melahirkan produk baru di bidang seni dan musik.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bisa melahirkan produk baru di bidang seni dan musik.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan peletakan batu pertama tersebut dilakukan Rabu (10/3).

Baca juga: Lepas Ketergantungan Dari APBD, BUMD di Jabar Pilih Bangun Kemitraan dengan Investor

Dalam acara tersebut dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Bupati Bogor Ade Yasin, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, dan Walikota Bogor Bima Arya.

Dedi yang dalam acara ini mewakili Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan KEK Lido harus bisa memberi dampak bagi pariwisata Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

“Selain itu, meningkatkan ekonomi kreatif, seni budaya, dan investasi. Music dan Art Center harus dapat menjadi destinasi baru kaum millenial yang menghasilkan talenta berskala internasional di bidang musik dan seni,” katanya melalui ponsel, Kamis (11/3).

Kawasan KEK Lido dikembangkan di lahan seluas 3.000 hektare.

Baca juga: Sandiaga Uno Dukung Pembangunan Bandung Freedom Park, Ada Patung Raksasa Soekarno, di Sini Lokasinya

Dedi Taufik menyakatan bahwa berdasarkan keterangan Menparekraf, setelah pandemi usai, kegiatan di alam bebas akan menjadi prioritas.

"Artinya kegiatan dalam fasilitas Lido Music & Arts Center bisa menjadi salah satu preferensi masyarakat karena diproyeksi sebagai tempat penyelenggaraan musik dan seni berkelas internasional yang ada di Indonesia. Mudah-mudahanan ini bisa memicu geliat ekonomi agar kita bangkit di era digital ini. Fasilitas Music and Arts Center ini berbasis kualitas yang berkelanjutan, dengan basis nature dan culture," katanya.

Lido diharapkan menjadi kawasan ekonomi khusus, bukan saja sebagai tempat wisata baru, tapi juga mendorong ekonomi kreatif, seni budaya dan wirausahawan, yang akan mendorong perekenomian dan investasi di Jawa Barat.

Baca juga: Perbaiki Ekonomi Jabar, Ini Kesepakatan Pemprov dengan BPPT

Sementara itu, dalam peletakan batu pertamanya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebut KEK Lido berpotensi menyerap banyak lapangan kerja bagi warga sekitar dan generasi muda khususnya.

"KEK Lido ini akan menyerap 21.154 lapangan pekerjaan, dan 84 ribu lapangan pekerjaan di luar kawasan. Ini adalah motivasi kita untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Barat. Jadi sekali lagi, saya berharap KEK ini bisa menggerakan ekonomi, tapi yang bersifat inklusif untuk orang-orang sekitar terutama anak-anak mudanya," ujar Sandi.

Diketahui, Lido Music & Arts Center dibangun di atas lahan seluas lima hektare dengan konsep amphitheater.

Sehingga menjadikannya tempat festival musik dan seni outdoor terbesar di Indonesia.

Dibangun untuk menampung lebih dari 50.000 pengunjung dalam satu acara, venue ini memiliki empat panggung berbeda untuk mengakomodasi pertunjukan yang berbeda pada waktu yang bersamaan. Pembangunan Lido Music & Arts Center ditargetkan selesai pada akhir 2021.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved