Breaking News:

Kronologi Dugaan Korupsi yang Menjerat Kadis di Kabupaten Cirebon, Berawal dari Laporan Stok Gabah

Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Hutamrin, mengatakan, kasus tersebut bermula dari laporan stok gabah sisa 2019 tidak ada.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Kajari Kabupaten Cirebon, Hutamrin (kedua kanan), saat konferensi pers Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (10/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kejari Kabupaten Cirebon menetapkan kepala dinas sebagai tersangka dugaan korupsi cadangan pangan di Kabupaten Cirebon.

Oknum kepala dinas di lingkungan Pemkab Cirebon itu berinisial HM. Bahkan, pejabat di lingkungan dinasnya berinisial D juga turut ditetapkan tersangka.

Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Hutamrin, mengatakan, kasus tersebut bermula dari laporan stok gabah sisa 2019 tidak ada.

Menurut dia, tidak adanya gabah itu tanpa dasar hukum yang sah dan jumlahnya diperkirakan mencapai 90719 kilogram.

"Setelah dilakukan penyidikan, ternyata 9000 kilogram gabah digunakan oleh tersangka HM," kata Hutamrin saat konferensi pers di Kejari Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (10/3/2021).

Ia mengatakan, gabah sebanyak 21 ribu kilogram juga digunakan oleh tersangka D.

Selain itu, 60719 kilogram gabah telah dikirim ke pihak swasta tanpa ada dasar hukum kemudian digiling menjadi beras.

Baca juga: Kadinkes: Vaksin Tidak Menjamin 100 Persen Kebal Virus, Hanya Kurangi Sakit dan Risiko Kematian

Selanjutnya beras itupun sebagiannya disalurkan kepada masyarakat dan ada juga yang dijual atas perintah HM serta D.

"Tapi penjualan tersebut tidak dicatatkan sebagai penerimaan dinas atau daerah," ujar Hutamrin.

Bahkan, penjualan beras itupun tanpa ada persetujuan dari Bupati Cirebon, Imron Rosyadi.

Hutamrin menyampaikan, kedua tersangka HM dan D justru meminta uang dari pihak swasta.

Hal itu diketahui dari hasil penyidikan jajarannya yang menemukan adanya dugaan aliran dana dari pihak swasta kepada keduanya.

Baca juga: Sekda Kota Bandung Positif Covid-19: Gejalanya Batuk, Panas, Pusing, Menggigil

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved