Kasus Tak Biasa, Seorang Pasien Covid-19 Alami Ereksi Selama Tiga Jam Sebelum Meninggal

Pria pasien Covid-19 ini mengalami ereksi selama tiga jam sebelumnya akhirnya meninggal dunia.

Editor: taufik ismail
Xinhua via SCMP
Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. Ilustrasi pasien. 

TRIBUNJABAR.ID - Gejala atau kasus aneh dialami seorang pasien Covid-19 sebelum meninggal.

Pasien pria itu tersebut mengalami ereksi selama tiga jam.

Peristiwa ini terjadi nun jauh dari Indonesia, tepatnya di Amerika Serikat.

Baca juga: Kala Ceu Popong dan Sesepuh Jabar Divaksin Covid-19, Meni Asa Jiga Panganten

Baca juga: Camat Jatiwangi Majalengka Tak Akan Divaksin Dosis Kedua Usai Dinyatakan Positif Covid-19

Pasien tersebut diketahui berusia 69 tahun.

Ia didiagnosis terkena priapismus, saat dirawat dalam kondisi parah musim gugur 2020.

Pria itu dilarikan ke Rumah Sakit Miami Valley Agustus lalu, dengan sesak napas parah dan pembengkakan, menyebabkan cairan menumpuk di paru-parunya.

MailOnline melaporkan, pasien itu dibius dan dipasangi ventilator karena kondisinya memburuk selama 10 hari pertama.

Oleh dokter, pria yang tak disebutkan identitasnya itu dibuat telungkup selama 12 jam agar udara bisa masuk ke tubuhnya.

Namun saat dia hendak dibaringkan telentang pada siang hari waktu setempat, perawat menyadari dia ereksi.

Dalam American Journal of American Medicine, dokter yang merawatnya meyakini Covid-19 menyebabkan pembekuan darah di penis.

Tim medis menaruh kantong es untuk meredakan pembengkakan, namun ereksinya terus bertahan selama tiga jam.

Dilansir Daily Star Senin (8/3/2021), dokter kemudian mengeluarkan darah dari penisnya menggunakan jarum.

Priapismus itu dilaporkan tidak kembali.

Tetapi, si pasien dinyatakan meninggal karena paru-parunya memburuk.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved