Breaking News:

1.335 Tenaga Honorer di Cianjur Diangkat Jadi Tenaga PPPK, Mayoritas Guru

Sebanyak 1.335 orang tenaga honorer di Cianjur diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ichsan
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, H Budi Rahayu Toyib 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak 1.335 orang tenaga honorer di Cianjur diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Tenaga honorer guru mendominasi pengangkatan dan sisanya bidang kesehatan, jumlah yang diangkat yakni,  tenaga guru SD sebanyak 1.064 orang, tenaga guru SMP sebanyak 63 orang, tenaga pertanian sebanyak 12 orang, tenaga kesehatan 12 orang, tenaga RSUD Sayang 9 orang dan tenaga RSUD Cimacan 1 orang.

Sebelumnya kuota untuk Cianjur sebanyak 1.364 orang berdasar dari peserta yang lulus melalui passing grade dan berhak mengikuti pemberkasan Ni PPPK.

Namun, ada alasan lain, seperti 11 orang peserta meninggal dunia, Ijazah pendidik tidak liner (tenaga Kesehatan) sebanyak 1 orang peserta, tidak menyerahkan dokumen pengusulan NI PPPK sebanyak 9 orang peserta, lulus CPNS formasi  tahun 2019 sebanyak  2 orang peserta, tidak memiliki ijazah SI (tenaga guru) sebanyak 6 orang peserta, sehingga jumlahnya berkurang  sebanyak 29 orang.

Baca juga: BERITA PERSIB - Bergabung di Grup D, Robert Sebut Persib Akan Satu Hotel dengan Tim Lain

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, H Budi Rahayu Toyib mengatakan pengangkatan tenaga P3K ini, merupakan hasil seleksi yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Tentunya, sesuai pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan arahan dari Bupati Cianjur.

Pemkab Cianjur berharap tenaga P3K yang sudah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan ini, bisa terus meningkatkan kinerjanya.

Hal itu sebagai upaya mengejar ketertinggalan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, terutama di bidang pendidikan.

“Tenaga P3K yang diangkat sekarang ini, memiliki perjanjian kerja selama 5 tahun kerja. Selama 5 tahun itu, kami akan diadakan evaluasi. Apabila dari hasil/ konditenya baik, akan diperpanjang lagi selama 5 tahun ke depan sebelum mencapai usia 60 tahun,” katanya.

Baca juga: Ribuan Guru di Kota Sukabumi Mulai Disuntik Vaksin Covid-19, Targetnya 6.004 Orang

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved