Breaking News:

Kisruh Partai Demokrat

Keanehan Menurut Pengamat Saat Moeldoko Terpilih Jadi Ketum Demokrat, Etika Politik Dipinggirkan

Ada sejumlah hal aneh sehingga pengamat menyebutnya anomali politik ketika Moeldoko terpilih jadi Ketum Demokrat.

Tribun Jabar/Theofilus Richard
Moeldoko ditemui wartawan di Bandung, Jumat (4/1/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara, akhir pekan lalu, memberikan kejutan dan dinilai sebuah anomali politik dan demokrasi bagi sebagian pengamat.

Di KLB ini tiba-tiba saja Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Moeldoko seperti diketahui sekarang menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Baca juga: Gempa Bumi Hari Ini: Wilayah Bungku, Kabupaten Morowali Diguncang Gempa, Senin 8 Maret 2021 Pagi

Baca juga: AD/ART Partai Demokrat Akan Jadi Kunci Apakah KLB Deli Serdang adalah KLB Partai Demokrat atau Tidak

KLB kemarin digelar oleh pihak yang kontra dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Sebutan anomali politik dikatakan oleh peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro.

"Dari perspektif demokrasi, peristiwa KLB Sumut ini bisa dikatakan sebagai anomali politik dan demokrasi, tentu tidak lazim," kata Siti Zuhro, dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, Sabtu (6/3/2021).

KLB sebetulnya bukan hal baru. Sejumlah partai politik pernah mengadakan KLB.

Namun, KLB Partai Demokrat dinilai tidak lazim karena tidak mengikuti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), serta menghasilkan pihak eksternal partai sebagai ketua umum.

"Untuk tentu pegiat politik, pegiat demokrasi, intelektual, akademisi yang belajar demokrasi, ini membingungkan," ujar Siti Zuhro.

Siti Zuhro menilai penunjukan Moeldoko menandakan nilai-nilai, moral, dan etika politik sudah dipinggirkan.

Halaman
1234
Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved