Breaking News:

Jelang Bulan Puasa 40 Hektare Cabai Memasuki Masa Panen, Harga Diharapkan Bisa Kembali Normal

Memasuki pekan pertama jelang bulan puasa April nanti sekitar 30 hektare kebun cabai di sentra sayur mayur kawasan agropolitan Sukamantri akan panen

Tribun Jabar/Andri M Dani
ilustrasi Sudah sebulan ini harga cabai anjlok di tingkat petani di Sukamantri Ciamis hingga ke angka Rp 8.000/kg. Tak sedikit petani yang terpaksa menelantarkan kebun cabai lantaran biaya panen dan pemeliharaan tanaman cabai mahal. 

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Memasuki pekan pertama menjelang bulan puasa (munggahan) April nanti sekitar 30 hektare kebun cabai di sentra sayur mayur kawasan agropolitan Sukamantri memasuki masa panen.

“Ada sekitar 30 hektare kebun cabai merah keriting dan cabai besar TW serta lokal tanjung memasuki masa panen April dan Mei nanti,” ujar Pipin Arif Apilin, petani cabai yang juga Ketua Gapoktan Karangsari Desa Cibeureum Sukamantri Ciamis kepada Tribun Senin (8/3).

Baca juga: Ada Kader Terbukti Ikut KLB Deli Serdang, DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumedang Lakukan Langkah Ini

Berikut sekitar 10 hektare cabai rawit juga memasuki masa panen.

Diperkirakan pada bulan April dan Mei nanti harga cabai yang kini tinggi melambung kembali normal.

Baca juga: Live Streaming Indosiar Audisi LIDA 2021 Malam Ini, Siapa yang Akan Lolos dari Banten hingga Jambi?

“Bulan April dan Mei tersebut akan terjadi panen raya. Terutama cabai merah keriting dan cabai besar TW maupun cabai lokal tanjung,” katanya.

Tapi semuanya tergantung kondisi cuaca.

Baca juga: Puluhan Sepeda Motor Diamankan Polres Sukabumi, Pemilik Bisa Mengambil Sambil Membawa Bukti

Bila kondisi cuacanya masih tetap seperti saat ini, banyak turun hujan dengan intensitas tinggi, menurut Pipin akan berpengaruh terhadap hasil panen.

“Dalam kondisi cuaca sekarang, hasil panen kurang bagus. Anjlok sampai 50%. Tidak hanya cabai merah keriting maupun cabai besar TW. Terutama juga cabai rawit,” ujar Pipin.

Baca juga: Terasa Lapar dan Ngantuk, Ratusan ASN dan Wartawan di Karawang Disuntik Vaksin Covid-19

Hujan dengan intensitas tinggi (hujan ekstrem) meningkatkan kelembaban udara yang memicu serangan hama dan penyakit terhadap cabai.

Berupa patek, antrak, busuk buah, layu fusarium yang menyebabkan pohon cabai mati layu diusia muda.

Baca juga: Ada Lagi Pemain Persib Bandung yang Keluar? Robert Alberts: Saya Tidak Berpikir Begitu

Kondisi tersebut meningkat biaya produksi, terutama ongkos untuk pembasmian hama dan penyakit.

Saat ini di Sukamantri menurut Pipin, ada sekitar 7 hektare  kebun cabai rawit yang sedang panen.

Baca juga: Kala Seantero Garut Dibuat Heboh Seorang Siswi SMA, Mengaku Diculik Bapak Bermobil Putih, Ternyata

Namun hasil panennya kurang bagus, hanya sekitar 50% dari kondisi normal.

Tetapi harga cabai rawit di tingkat petani malah sedang bagus-bagusnya, yakni mencapai Rp 75.000/kg.

“Bila kondisi cuaca tetap seperti sekarang, harga cabai rawit berkemungkinan bertahan lebih lama,” katanya

Penulis: Andri M Dani
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved