Gempa Bumi

Seperti Apa Potensi Gempa Megathrust yang Lagi Banyak Dibicarakan? Begini Kata BMKG

Berkaitan dengan gempa Megathrust ini, sebenarnya bagaimana potensinya di Indonesia?

Editor: Widia Lestari
Pixabay.com
Ilustrasi gempa bumi. 

TRIBUNJABAR.ID - Potensi gempa bumi megathrust di pantai barat Sumatera dan pantai selatan Jawa saat ini tengah jadi pembicaraan.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung potensi gempa tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Bencana (Rakornas BP) secara virtual, Kamis (4/3/2021).

"Kita ini takut megathrust. Megathrust yang bisa terjadi di pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa. Di mana, kapan, dan bagaimana itu yang kita tidak tahu," kata Luhut.

Berkaitan dengan gempa Megathrust ini, sebenarnya bagaimana potensinya di Indonesia?

Baca juga: Penjelasan Ahli Mengenai Potensi Gempa Bumi Megathrust, Lokasi dan Waktu Tidak Bisa Dipastikan?

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi Kepala Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono.

Dia menerangkan, wilayah Indonesia terletak pada bagian Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Hal ini membuat Indonesia sangat rentan terhadap bencana terutama gempa dan tsunami.

Selain ancaman gempa besar yang diakibatkan oleh sumber gempa megathrust, masyarakat juga perlu mewaspadai sumber gempa sesar aktif.

"Pasalnya sesar aktif bersumber di daratan dan berdekatan dengan kawasan tempat tinggal masyarakat," kata Daryono kepada Kompas.com, Jumat (5/3/2021).

Dia melanjutkan, berdasarkan frekuensi kejadian gempa merusak, sesar aktif sebenarnya lebih sering terjadi dan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa dibandingkan megathrust.

"Megathrust sebenarnya relatif lebih jarang terjadi. Hanya saja sumber gempa megathrust mampu membangkitkan gempa dahsyat dengan magnitudo mencapai 8 atau bahkan 9," jelas dia.

Sementara sumber gempa sesar aktif, rata-rata hanya mampu memicu gempa paling tinggi dengan magnitudo 7,5.

Perbedaan lainnya, gempa sesar aktif yang lebih sering terjadi banyak berpusat di daratan, dekat perkotaan, dan bahkan tempat tinggal kita.

Kalau gempa megathrust, sumbernya terletak di laut, sehingga dapat memicu terjadinya tsunami.

Dalam buku Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2017, disebutkan bahwa sumber gempa dari segmen megathrust hanya berjumlah 13 segmen.

Halaman
123
Sumber: Kompas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved