Breaking News:

Sunda Megathrust Bisa Picu Gempa Besar dan Tsunami di Selatan Jawa, Begini Cara Selamatkan Diri

Jalur Sunda Megathrust di selatan Jawa jika terjadi gempa besar disebut-sebut bakal berpotensi tsunami.

Wikipedia
Lempeng Sunda Megathrust 

Jangan panik dan perhatikan sekitar Anda untuk mencari benda yang mengambang.

Raihlah benda tersebut dan tetap berpegangan pada benda tersebut dengan cara memeluknya atau menaruh tubuh atas Anda agar tetap di permukaan air.

Benda tersebut bisa berupa daun pintu, galon, ban, atau batang kayu.

Tetap perhatikan sekitar Anda karena tsunami tidak hanya berbahaya karena ombaknya namun juga karena benda-benda yang terbawa arus.

Perlu diketahui tsunami tidak hanya berbahaya saat datang.

Namun saat tsunami kembali ke pantai juga berbahaya karena membawa sampah atau puing-puing yang dapat membahayakan nyawa Anda.

Sehingga jangan turun sebelum tsunami benar-benar kembali ke pantai atau surut.

Baca juga: Link Streaming Nonton Ikatan Cinta Malam Ini 6 Maret 2021, Apakah Al dan Papa Surya Temukan Andin?

Cara Bertahan hidup setelah tsunami menerjang

1. Waspada bencana susulan atau tsunami susulan

Tsunami tidak terjadi pada satu gelombang saja, namun gelombang yang berseri.

Sehingga kemungkinan akan ada banyak gelombang-gelombang lain yang mungkin bisa lebih tinggi dari tsunami pertama.

Sehingga jangan buru-buru turun ke jalan dan mencari keluarga

2. Coba untuk mencari akses informasi

Jangan asal percaya informasi dari mulut ke mulut.

Carilah sumber informasi akurat terdekat seperti radio.

Hal ini penting untuk mengetahui keadaan sekitar apakah sudah aman atau belum.

Baca juga: Setelah Terbang 20 Menit, Pesawat Batik Air Mendarat Lagi, Penumpang Selamat, 3 Penerbangan Cancel

3. Bertahan dari kekurangan sumber makanan

Efek pasca tsunami tidak bisa dianggap remeh karena kerusakan yang dihasilkan dapat sangat fatal dan besar.

Pasokan makanan, air bersih, dan kesehatan hampir tidak ada dan menunggu bantuan dari luar.

Perlu diwaspadai bahwa Anda tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan atau air di sekitar lokasi tsunami karena adanya mayat ataupun benda lain yang dapat mengontaminasi sumber makanan.

Ada dapat mempersiapkan hal ini dengan membuat survival kit atau paket bertahan hidup dalam satu tas.

Anda dapat memasukkan beberapa makanan kaleng untuk satu hingga dua hari dalam sebuah tas yang Anda simpan di rumah.

Sehingga jika tsunami datang Anda dapat langsung membawa tas tersebut, namun pastikan tas itu tidak terlalu memberatkan Anda.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved